Legislator Said Apresiasi Peresmian Rumah Perdamaian RJ di Tanbu

BATULICIN - Dukungan keberadaan Rumah Perdamaian Restorative Justice (RJ), ditunjukkan Wakil Ketua l DPRD Tanah Bumbu (Tanbu), Said Ismail Kholil Alaydrus dengan menghadiri peresmian Rumah Perdamaian RJ di Desa Wanasari, Kecamatan Sungai Loban, Selasa (14/6/2022).

Rumah Perdamaian RJ Desa Wanasari dilakukan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan, Dr Mukri SH MH. Peresmian ini turut disaksikan Bupati Tanbu, HM Zairullah Azhar.

Said mengapresiasi Rumah Perdamaian RJ sebagai program dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanbu. 

"Saya sangat mendukung program dari Kajari Tanbu, dan insya Allah apa yang disampaikan Bupati Zairullah kemarin, bahwa akan menyiapkan tempat-tempat RJ yang ada di setiap desa, dan kami sangat mengapresiasi luar biasa. Mudah-mudahan Tanah Bumbu ini bisa menjadi barometer program dari Kejaksaan," terangnya.

RJ Program diyakini menjunjung tinggi hukum yang sebenar-benarnya, di mana secara hakiki hukum yang sebenarnya itu adalah perdamaian.

Sebelumnya, Kajati Mukri mengatakan, keberadaan Rumah Perdamaian Restorative Justice (RJ) di Desa Wanasari ini, tentunya bisa dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.

"Permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, apabila itu masalah hukum yang bersifat ringan, bisa langsung dibawa ke sini untuk diselesaikan dengan dimediasi oleh jaksa, yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat dan sebagainya, itu permasalahan yang belum masuk proses hukum," paparnya.

Namun, lanjutnya, bila sudah masuk proses hukum, juga bisa dengan syarat ancaman hukumannya kurang dari 5 tahun. Selain itu, kerugian korban harus kurang dari Rp2,5 juta, serta ada perdamaian antara korban dan pelaku yang dihadiri kedua belah pihak keluarga, serta dari penyidik.

Mukri meminta agar Rumah Perdamaian RJ ini bisa dimanfaatkan secara efektif, dan jangan sampai tidak dimanfaatkan, karena setiap permasalahan itu bisa diselesaikan secara musyawarah. 

"Saya yakin masyarakat Tanah Bumbu ini orangnya bersifat humanis, cinta silaturahmi dan musyawarah, sehingga dengan adanya wadah ini bisa kita gunakan secara maksimal," pungkasnya.[joni]