Niken Ajak Masyarakat Segera Beralih ke Televisi Digital

BANJARMASIN – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Dr Rosarita Niken Widiastuti mengajak masyarakat untuk segera beralih ke siaran televisi digital.

“Beberapa kabupaten dan kota sudah menerapkan pengalihan dari siaran televisi analog ke siaran televisi digital, atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO),” kata Niken pada Diskusi Publik Virtual, Minggu (12/6/2022).

Kegiatan yang dipusatkan di Gajah Mada Hotel di Lumajang, Jawa Timur ini juga dalam rangka sosialisasi Analog Switch Off sekaligus seremoni penyerahan bantuan set top box (STB) Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI.

Menurut Niken, perubahan dari siaran televisi analog ke televisi digital ini sudah merupakan keniscayaan, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

“Kalau dulu, sekitar tahun 70 an, kita hanya mengenal televisi hitam putih, kemudian beralih kepada televisi berwarna,” tambah mantan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo.

Kini, televisi berkembang lagi dari siaran analog menjadi siaran digital, dengan memanfaatkan teknologi canggih, yang tidak hanya menyampaikan suara dan gambar, namun juga data.

“Nanti pada 2 November 2022, maka siaran televisi analog akan dihentikan, dan beralih ke televisi digital,” tegas Niken.

Keunggulannya sangat banyak, di antaranya tangkapan sangat bersih dan suaranya jernih, bahkan masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk menikmati tayangan di televisi digital.

“Konten atau siaran yang ditampilkan juga lebih variatif, dibandingkan siaran di televisi analog,” ungkap mantan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI).

Selain itu, siaran televisi digital juga mengatasi masalah blank spot, siaran yang banyak semutnya dan lainnya, sehingga berbagai informasi bisa tersampaikan kepada masyarakat.

“Kalau teknologinya tidak dirubah, tentu akan menambah biaya untuk membangun infrastruktur baru, terutama mengatasi daerah blank spot ataupun masuknya siaran dari negara tetangga, khususnya yang berada di daerah perbatasan,” ungkap Niken.

Untuk itu, masyarakat harus beralih ke siaran digital, yang caranya cukup mudah, hanya dengan mencari sinyal siaran digital di televisi, jika memang perangkatnya mendukung, atau menggunakan set top box (STB) untuk menangkap siaran digital.

“Siaran televisi digital ini cukup menggunakan antenna UHF biasa dan set top box bisa digunakan untuk jenis perangkat televisi tabung ataupun layar datar,” jelasnya.

Diakui, pemerintah memang memberikan bantuan set top box kepada masyarakat, namun hanya diperuntukan bagi keluarga miskin, sedangkan yang lainnya harus membeli set top box agar bisa menikmati siaran televisi digital. 

“Kalau membeli pun, masyarakat harus hati-hati agar membeli set top box yang sudah disertifikasi Kominfo agar laik operasi,” ujar Niken.[ana]