Program Kesehatan Home Care Cetusan Bupati Balangan Makin Dirasakan Masyarakat

TIM medis layanan kesehatan Home Care mendatangi langsung warga di rumahnya untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis.| foto : martino

PARINGIN - Faktor kesehatan masyarakat di suatu daerah sangatlah penting dan perlu selalu di perhatikan oleh pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah, salah satunya di Kabupaten Balangan di bawah kepemimpinan Abdul Hadi dan Supiani  dengan meluncurkan program layanan kesehatan Home Care.

Program layanan kesehatan Home Care ini sudah makin di rasakan masyarakat sejak awal di luncurkan hingga saat ini. Hal itu terbukti dengan makin banyaknya warga yang ingin mendapatkan pengobatan gratis ini.

Tercatat saat ini ada 60 orang pasien dari 14 desa dan 2 kelurahan yang telah mendapatkan pelayanan Home Care. Bahkan angka tersebut terus naik setiap harinya.

Petugas medis layanan Home Care, dr Hj Aulia Asmi Setiawaty mengatakan, sejak Januari 2022 pihaknya telah menyusun grup atau kelompok yang terdiri dari dokter, perawat, bidan desa, analisis kesehatan dan tenaga Puskesmas untuk menjalankan program Home Care.

"Semua masyarakat baik yang memiliki BPJS atau belum akan dilayani Home Care secara gratis. Namun apabila memiliki BPJS akan dipermudah apabila akan dilakukan rujukan lebih lanjut. Sementara yang tidak memiliki BPJS akan dikoordinasikan dengan pihak desa untuk pengurusan pembuatan BPJS," ujarnya.

Untuk jadwal pelayanan Home Care di UPT Puskesmas Paringin, lanjut Aulia, sudah terjadwal di setiap desa dan saat ini pihaknya memiliki 5 orang dokter yang melayani di Puskesmas ataupun di lapangan.

"Untuk Home Care itu sudah terjadwal satu bulan sekali di setiap desa, dan apabila diperlukan di luar jadwal tersebut kami juga bisa," tuturnya.

Saat ini, tambahnya, warga yang terdaftar Home Care di Puskesmas Paringin ada 60 pasien dari 14 desa dan 2 kelurahan dan angka tersebut semakin hari semakin bertambah.

Rata-rata pasien yang dilayani secara Home Care tidak bisa melakukan aktivitas lagi karena berbagai macam penyakit.

"Dari lansia karena usia, kemudian  hipertensi, karena kecelakaan dan lainnya. Kemudian kategori pasien yang dilayani secara Home Care bukan pasien gawat darurat, yang kami layani pasien yang tidak bisa ke fasilitas kesehatan," sebutnya.

Pihaknya juga terus mengupayakan Home Care semakin berkembang dan juga terus memberikan sosialisasi tentang program Home Care.[martino]