Televisi Digital Berikan Manfaat bagi Masyarakat

ANGGOTA DPR RI, Subarna menyerahkan bantuan STB kepada masyarakat di Jawa Barat agar bisa menangkap siaran televisi digital di wilayahnya.| foto : ana

BANJARMASIN – Siaran televisi digital banyak memberikan manfaat kepada masyarakat, agar bisa menerima informasi secara free to air yang kualitas gambarnya bersih, suaranya jernih dan teknologinya canggih.

“Jadi mau tidak mau, siaran televisi analog yang dinikmati masyarakat saat ini harus dihentikan dan beralih ke siaran digital atau Analog Switch Off (ASO) paling lambat 2 November 2022 mendatang,” kata anggota Komisi I DPR RI, H Subarna.

Hal tersebut diungkapkannya pada Diskusi Publik Virtual “Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) dan Seremoni Penyerahan Bantuan Set Top Box (STB)” Kementerian Komunikasi dan Informasi RI bersama Komisi I DPR RI, Jumat (24/6/2022).

Subarna mengungkapkan, Indonesia terlambat dalam menerapkan teknologi digital ini, mengingat hampir 85 persen negara di dunia sudah beralih ke siaran televisi digital, yang infrastrukturnya berbeda dengan siaran analog.

“Kita harus beralih ke siaran digital, sehingga program ASO ini harus disukseskan bersama,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Selain itu, dengan beralih ke siaran digital akan terjadi efisiensi dalam penyelengaraan penyiaran, khususnya penggunakan frekuensi, yang bisa digunakan untuk keperluan lainnya, baik pendidikan, internet dan peringatan dini bencana.

“Kita juga bisa menata siaran di daerah perbatasan, agar masyarakat tidak lagi menikmati siaran televisi asing dibandingkan siaran televisi dalam negeri,” jelas Subarna.

Kemudian, siaran televisi digital juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat untuk menjadi konten creator untuk mengisi tayangan di televisi digital. 

“Ini membuka kesempatan bagi konten creator maupun production house untuk berkarya di daerahnya,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir harus mengeluarkan dana lebih untuk membeli televisi baru yang bisa menangkap siaran digital, karena ada alat yang namanya set top box (STB), untuk bisa digunakan menonton siaran televisi digital.

“Bagi masyarakat miskin, pemerintah melalui penyelenggara penyiaran akan memberikan bantuan STB secara gratis dan langsung di pasang di rumah,” jelas Subarno.

Sedangkan bagi yang mampu, bisa membeli sendiri STB di pasaran, yang harganya terjangkau, namun telah mendapatkan sertifikat atau laik operasi dari Kementerian Kominfo agar bisa menerima siaran televisi digital.

Kendati demikian, Subarno mengakui banyak kendala teknis yang menyebabkan bantuan STB terlambat sampai di masyarakat, mulai data penerima bantuan yang tidak lengkap, pindah alamat, tidak terjangkau siaran digital dan kendala teknis, seperti televisi tidak dilengkapi remot, antenna dan lainnya.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Media, Kementerian Kominfo, Nursodilk Gunarjo mengatakan, sudah saatnya siaran televisi digital dilaksanakan, bahkan tahap pertama dimulai pada 30 April 2022 lalu di 56 wilayah siaran, atau 116 kabupaten/kota.

“Tahap kedua pada 25 Agustus 2022 diberlakukan di 31 wilayah siaran, atau 110 kabupaten/kota, dan terakhir pada 2 November 2022 di 25 wilayah siaran atau 63 kabupaten/kota,” jelasnya.

Kemudian, pemerintah bersama penyelenggaran penyiaran akan membantu STB gratis kepada keluarga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, namun mereka harus memiliki perangkat televisi analog dan menikmati siaran TV teresterial serta lokasinya berada pada cakupan siaran televisi digital.

“Jadi tidak perlu mendaftar, namun petugas akan datang langsung ke rumah dan memasang perangkat STB untuk menikmati siaran digital,” jelasnya.

Nursodik mengakui, masih banyak kesalahan informasi terkait siaran televisi digital, karena siaran ini bisa dinikmati secara gratis tanpa internet ataupun biaya bulanan seperti televisi berlangganan, atau diacak seperti tayanga melalui parabola.

“Siaran digital dinikmati gratis atau free to air, selama televisi mampu menangkat siaran televisi digital,” tegasnya.[ana]