Distan Kapuas Sampaikan Penyuluhan tentang Penyakit Hewan

KASI Keswan Distan Kapuas sosialiasikan tentang penyakit hewan.| foto : diskominfokps

KUALA KAPUAS - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas gencar melakukan sosialisasi  terkait penyakit pada hewan ternak, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Kepala Distan Kapuas melalui Kasi Kesehatan Hewan, drh Anik Ariswandani mengatakan, terbaru pihaknya melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan melalui radio on air pada Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Kapuas yang dikelola oleh Dinas Kominfo setempat melaui frekuensi 91,4 FM.

"Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan informasi dan edukasi terkait bagaimana tanda klinis, penularan  dan pencegahan PMK," kata drh Anik, Jumat (14/7/2021).

drh Anik Ariswandani yang juga narasumber pada sosialiasi itu menerangkan, PMK merupakan penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah, baik hewan ternak maupun hewan liar.

"Secara umum penyakit ini menunjukkan gejala diantaranya demam tinggi mencapai 39 derajat selsius selama beberapa hari," terangnya.

Selain itu hewan, tidak mau makan dan terjadi luka atau lepuh pada daerah mulut termasuk lidah, gusi, pipi bagian dalam dan bibir dan keempat kakinya pada tumit, celah kuku dan sepanjang coronary bands kuku atau batas kuku dengan kulit, lepuh juga bisa terjadi pada liang hidung, moncong dan puting susu.

"Ada beberapa metode alternatif pengobatan dan pengendalian pada hewan yang telah terinfeksi virus PMK yaitu melakukan pemotongan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi, kaki yang sudah terinfeksi bisa diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat kemudian hewan yang terserang penyakit harus dikarantina atau dipisahkan dari hewan yang sehat selama masa pengobatan," paparnya.

Menurutnya, untuk pencegahannya dapat dilakukan dengan menempatkan hewan yang tidak terinfeksi dalam kandang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan.

"Selain itu peternak dapat memberikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh hewan yang sehat," katanya.

Dilanjutkan Anik, perawatan lainnya dapat dilakukan dengan mengolesi kaki hewan yang sehat dengan larutan cuprisulfat 5 persen setiap hari selama satu minggu, kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat atau peternak agar lebih memprioritaskan perawatan ternak dan segera melakukan tindakan antisipasi gejala PMK," pungkasnya.[aan/adv]