Blak-blakan HIV di Tanbu, Suarni: Ada Lelaki Seks Lelaki

BATULICIN - Sejak 2003, Human Immunodeficiency Virus alias virus HIV di Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, disebutkan mencapai sekitar 500 kasus positif HIV.

Di tahun 2021, penyakit HIV yang ditemukan ada sekitar 40 orang. Sementara untuk tahun 2022 sendiri, tepatnya mulai Januari hingga Agustus 2022, tercatat ada sekitar 18 orang terkena HIV.

Fakta ini diungkapkan Staf Pendamping Orang dengan HIV AIDS (ODHA) Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Tanbu, Suarni ketika ditemui wartawan grapena.com di ruang kerjanya, Kamis (15/9/2022).

Dia mengungkapkan, dari 2003 hingga 2021 sudah ada sekitar 500 ratus orang yang terkena penyakit HIV di Tanah Bumbu. 

"Namun yang 500 tadi hanya yang tercatat ada 200 orang, sedangkan yang sisanya kita tidak tahu lagi sudah ke mana, karena kami Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Kabupaten Tanah Bumbu aktifnya di 2014, sedangkan di 2003 kami tidak tahu pada kemana orang-orang tersebut," jelasnya.

Menurutnya, kebanyakan kasus yang ditemukan berasal dari pekerja seksual. Tapi sekarang ini kasus HIV mulai meningkat, dan kebanyakan dari laki-laki yang terkena virus tersebut.

"Kita blak-blakan saja, kebanyakan dari lelaki seks lelaki, inikan gampang menular jika mereka main sesama jenis lelaki, sama lelaki," bebernya.

Ia mengakui pernah mendampingi kasus Lelaki Seks Lelaki atau disingkat LSL di Tanbu ini.

Sementara itu, terkait pemeriksaan 15 orang pasangan bukan suami istri yang ditemukan petugas Satpol PP pada 14 September 2022, semuanya dinyatakan negatif usai diperiksa.

"Jadi kalau imbauan saya sebagai orangtua, paling tidak kita bisa memantau anak kita. Bila anak itu belum pulang pada jam 10 malam, sebaiknya diawasi, dijaga, karena dari jam segitu sudah pada di rumah. Artinya tetap awasi pergaulan anak kita," pungkas Suarni.[joni]