Tanpa Agunan, BTPN Syariah Terbukti Kembangkan Usaha Kaum Perempuan di Kalsel

Tanpa Agunan, BTPN Syariah Terbukti Kembangkan Usaha Kaum Perempuan di Kalsel

BANJARMASIN - Pemberdayaan kaum perempuan menjadi fokus utama BTPN Syariah dalam peningkatan ekonomi keluarga. Pun dengan kaum hawa di Provinsi Kalimantan Selatan.

Perlahan namun pasti, setidaknya kini sudah tercatat 33.000 pelaku usaha kaum perempuan di Banua yang dibina BTPN Syariah. Uniknya, mereka yang mau memulai usaha tak perlu khawatir dengan agunan karena memang pinjaman usaha di BTPN Syariah, ternyata tanpa agunan.

Adalah program bernama Tepat Pembiayaan Syariah yang kini terbilang sukses dalam membantu pengembangan usaha kaum perempuan di Kalsel, tak terkecuali di Kota Banjarmasin.

Dalam Media Kitchen Tour di Kota Banjarmasin yang berlangsung selama tiga hari, 7 hingga 9 Desember 2022, keberhasilan kaum perempuan binaan BTPN Syariah tak bisa dipungkiri.


Sebut saja, Ruliani Nursanti. Ia kini tampak menjadi lebih berdaya secara ekonomi, dengan memiliki toko kelontongan sendiri. Ini terungkap dalam kunjungan Tim BTPN Syariah ke tempat usahanya, Rabu (7/12/2022).

Awalnya, wanita yang akrab disapa Ibu Santi ini hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Karena keinginannya yang kuat untuk mencari pendapatan lain, Ia pun mulai mencari lembaga keuangan yang bisa membantunya dalam hal permodalan usaha yang bakal dirintis.

Singkat cerita, Ia bergabung dalam Kelompok TMR Pembarasan. Di komunitas ini Ia dibina hingga menerima modal usaha pertama dari BTPN Syariah, tepatnya pada tahun 2019 lalu sebesar Rp3 juta.

“Uang modal dari BTPN Syariah itu saya pakai untuk membeli etalase dan membeli sembako hingga rokok sedikit-sedikit dari distributor. Untuk tempat berjualan saya manfaatkanlah pekarangan rumah," tuturnya.

Dengan ketekunannya, Toko Kelontongan Masa Kini miliknya yang beralamat di Kelurahan Banua Anyar RT 7 RW 2 Nomor 37, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, kini bisa dikatakan berkembang pesat. 

Pasalnya, dari hanya separuh pekarangan rumah kini sudah semua pekarangan rumah dibuatnya toko. Barang yang dijual pun juga lebih beragam, baik itu sembako, rokok, snack, aneka minuman dan makanan ringan hingga Bensin dijualnya.

“Bicara omset per harinya bisa tembus hingga Rp5 juta. Karena omset yang lumayan itu kini saya bisa menambah kredit usaha di BTPN Syariah dari yang hanya Rp3 juta sudah menjadi Rp30 juta,” bebernya.

Menurutnya, BTPN Syariah tidak hanya membantu dari sisi modal usaha, tapi juga pembinaan dan pelatihan yang intensif hingga bisa menjadi seorang pengusaha tangguh yang memiliki mental usaha yang disiplin, punya visi ke depan dan profesional.


Sementara itu, dalam pertemuan dengan belasan perempuan di aalah satu rumah warga di kawasan Kelurahan Antasan Kecil Timur (AKT), Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (8/12/2022), Community Officer, Rohmah membuka kegiatan dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi pengelolaan keuangan.

“Jadi ibu-ibu saya ingatkan lagi untuk betul-betul mengelola keuangan usahanya dengan sebaik mungkin. Karena ini sangat penting agar usaha ibu bisa terus senantiasa berkembang,” ungkapnya.

Rohmah menjelaskan, dalam mengelola keuangan usaha hendaknya pendapatan yang dihasilkan dari usaha yang dirintis bisa dibagi dalam 4 bagian, pertama; untuk makan, kedua; menabung, ketiga; bayar angsuran, dan keempat; untuk modal usaha.

“Jadi kalau misalnya dalam sehari dapat 200 ribu rupiah, 50 ribu rupiah disisihkan untuk makan dan keperluan sehari-hari. Lalu 50 ribu rupiah selanjutnya disisihkan untuk bayar angsuran,” imbaunya.

"Kemudian 100 ribu rupiahnya ditabung sebagai dana cadangan jika modal usaha kita uangnya tetap sama seperti yang sudah ditetapkan di awal merintis usaha. Namun jika berkurang hendaknya didahulukan menambah modal usaha, ketimbang menabung supaya modal usaha tidak tergerus yang nantinya bisa berakibat pada menurunnya omset pendapatan,” timpalnya lagi.

Jika ini konsisten bisa dilakukan, Rohmah optimis ibu-ibu yang merintis usahanya dengan menggunakan modal usaha dari BTPN Syariah dapat berkembang. Karena pengelolaan keuangan yang baik baginya merupakan salah satu kunci sukses utama saat kita merintis sebuah usaha.

“Selain itu jika bagus pengelolaan keuangan dan berkembang bisnisnya, maka tentunya ibu-ibu juga bisa menambah lagi modal usahanya melalui BTPN Syariah,” sebutnya.


Ketua Kelompok AKT, Siti Aminah mengaku senang dengan kegiatan pertemuan rutin yang dilakukan oleh Community Officer BTPN Syariah setiap 2 minggu sekali kepada anggotanya.

Baginya hal ini sangat membantu perempuan-perempuan yang ada di kelompoknya untuk dapat belajar tentang pengelolaan usaha supaya lebih profesional lagi.


Sementara itu, Corporate Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan, program Tepat Pembiayaan Syariah memang dirancang oleh BTPN Syariah untuk dapat mendorong lebih banyak masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk dapat lebih berdaya secara ekonomi dengan menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Namun tentunya dalam program ini fokus, BTPN Syariah tidak hanya menyediakan terkait masalah permodalan saja, tapi juga pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan agar usaha yang dirintis oleh nasabah bisa sukses dan berkembang," paparnya.

Makanya, lanjut pria yang akrab disapa Pak Ain ini, dari awal program Tepat Pembiayaan Syariah dibentuk sebuah kelompok kecil dulu. Dikumpulkan orang-orang yang tertarik mengikuti program ini dalam 1 wilayah, misalnya dalam 1 kelurahan atau kecamatan.

Setelah itu, sambungnya, kelompok kecil ini akan dibina secara konsisten selama 5 hari. Dalam pembinaan ini mereka akan diajak untuk berprilaku disiplin, menabung bahkan mulai memikirkan usaha yang akan dirintisnya.

“Dari pembinaan tadi nanti akan terlihat, mana dari mereka yang memang punya komitmen kuat mana yang tidak. Setelah pembinaan ini baru lah kita pilih orang-orang yang memang kita yakini bisa bekerjasama dengan BTPN Syariah untuk mendapatkan modal usaha tanpa agunan,” terang Ainul.

Setelah mendapatkan modal usaha tanpa agunan, mereka tetap dilakukan pembinaan secara konsisten oleh BTPN Syariah, salah satunya dengan cara dimonitoring tiap 2 minggu sekali.

“Tujuan monitoring ini untuk memastikan usaha mereka benar-benar bisa berjalan dengan baik. Selain itu, ini juga penting bagi tim BTPN Syariah untuk ikut mencarikan solusi jika usahanya terjadi masalah selama perjalanannya,” tutur Ainul Yaqin.

Melalui cara ini, Ainul mengklaim di Kalsel yang meliputi 10 area dan 14 kecamatan, sudah ada 33.000 UMKM yang menjadi mitra BTPN Syariah di program Tepat Pembiayaan Syariah. Bahkan pinjaman usaha mereka kini tidak hanya jutaan rupiah, namun sudah menembus angka puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Kami tentunya bangga atas pencapaian ini, karena kita bisa membantu banyak masyarakat menjadi UMKM yang tangguh dan berdaya, khususnya ibu-ibu. Dengan demikian mereka tentunya bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya masing-masing,” pungkas Ainul.[iqbal]

Lebih baru Lebih lama