Desa Pupuyuan Wakili Balangan dan Raih Juara II PAAREDI Tingkat Provinsi Kalsel 2025

Desa Pupuyuan Wakili Balangan dan Raih Juara II PAAREDI Tingkat Provinsi Kalsel 2025

TIM TP-PKK Kabupaten Balangan berpose dengan piala dan piagam penghargaan setelah meraih berbagai juara dalam ajang lomba tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satunya, Desa Papuyuan berhasil meraih Juara II pada Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI).| foto : istimewa

PARINGIN – Desa Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, kembali mengharumkan nama Kabupaten Balangan dengan meraih Juara II Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025. Lomba yang digelar TP-PKK Provinsi Kalsel ini menjadi ajang penilaian terhadap peran keluarga dalam mendidik, membimbing, dan melindungi anak agar bijak menghadapi perkembangan teknologi digital.

Kepala Desa Pupuyuan, Abdul Sani, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, Desa Pupuyuan berhasil meraih Juara II. Ini hasil kerja keras TP-PKK desa, para kader, dan dukungan dari kecamatan serta pemerintah kabupaten,” ungkapnya, Kamis (13/11/2025).

Menurut Abdul Sani, persiapan lomba PAAREDI dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi pencegahan bullying, penyuluhan keluarga, hingga pemberdayaan remaja melalui program edukatif.

“Kami libatkan banyak pihak, termasuk dinas terkait, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Desa Pupuyuan juga memiliki kelompok masyarakat yang aktif mendukung pemberdayaan anak dan perempuan, seperti Relawan SAPA, Kader PATBM, Kelompok PAAR, dan Kader BKR. Mereka menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran dan kepedulian warga.

Selain kegiatan rutin, sejumlah inovasi lahir dari desa ini, antara lain layanan jemput bola adminduk, program tabungan sedekah, kelompok remaja penggiat pencegahan perkawinan anak, anti narkoba, dan literasi desa, gerakan PKK SAPA (Sosialisasi, Aktif, Peduli, Aksi) yang menyebarkan edukasi melalui spanduk, kegiatan lapangan, hingga media sosial.

Abdul Sani juga menyoroti pemanfaatan platform digital untuk penyuluhan. “Kami aktif membuat konten edukatif di TikTok lewat akun @faridang. Isinya tentang pencegahan pernikahan dini, KDRT, hingga eksploitasi anak. Pesannya dikemas kreatif agar mudah diterima,” jelasnya.

Beberapa konten bahkan tembus FYP dan ditonton hingga 300 ribu kali, sebagai bukti bahwa edukasi yang dikemas menarik dapat menjangkau audiens luas.

Ia menegaskan, keberhasilan Desa Pupuyuan tidak terlepas dari pendampingan Kecamatan Lampihong dan Pemkab Balangan.

“Dari awal persiapan sampai penilaian, kami mendapat dukungan penuh. Ini sangat membantu,” tuturnya.

Camat Lampihong, Hj. Mariani, turut memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. “Kami sangat bangga. Desa Pupuyuan mampu beradaptasi dan berinovasi di era digital. Prestasi ini membuktikan kekompakan pemerintah desa, TP-PKK, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. “Semoga semangat Pupuyuan menular ke desa lainnya untuk terus berkreasi, terutama dalam melindungi dan mendidik generasi muda,” tutupnya.[martin]
Lebih baru Lebih lama