Manasik Haji Terintegrasi 2026.| foto : istimewa
KUALA KAPUAS – Dukungan pemerintah daerah terhadap calon jemaah haji kembali ditegaskan melalui pembukaan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H/2026 M.
Kegiatan yang digelar di Majelis Ta’lim Al Madani, Jalan Tjilik Riwut, Kuala Kapuas, Senin (16/2/2026) pagi itu menjadi wujud kesiapan Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam memastikan layanan haji berjalan optimal dari persiapan hingga kepulangan.
Sebanyak 320 calon jemaah haji mengikuti manasik yang secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Budi Kurniawan, mewakili kepala daerah.
Dari sudut pandang pemerintah, manasik terintegrasi dipandang sebagai tahapan penting untuk menyamakan pemahaman, memperkuat kesiapan fisik dan mental, serta menekan potensi kendala selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Tak hanya pembekalan materi, Pemkab Kapuas juga memberikan dukungan konkret berupa fasilitasi keberangkatan hingga kepulangan jemaah. Setiap calon jemaah memperoleh uang saku sebesar Rp1 juta sebagai bantuan operasional, yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan awal perjalanan ibadah.
Dalam sambutan tertulis bupati yang dibacakan Budi Kurniawan, pemerintah daerah menegaskan pentingnya disiplin menjaga kesehatan dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan ibadah.
"Sinergi lintas sektor pun diperkuat dengan melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Kapuas serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas guna memastikan layanan pembinaan dan kesehatan berjalan seiring," kata Budi Kurniawan.
Kepala Kantor Kemenag Kapuas, H. Hamdhan, dan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Agus Waluyo, turut hadir bersama sejumlah undangan. Melalui manasik haji terintegrasi ini, pemerintah daerah menargetkan terwujudnya jemaah yang mandiri, khusyuk, sehat, serta mampu meraih predikat haji mabrur sepulang dari Tanah Suci.[cun]
