BARABAI - Sebanyak 332 calon jemaah haji asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi memulai rangkaian bimbingan manasik haji reguler tahun 1447 H/2026 M di Masjid Az Zikra Mandingin untuk mematangkan persiapan ibadah di Tanah Suci, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi jemaah sebelum dibagi ke dalam tiga zona kecamatan untuk pendalaman materi mulai besok. Dengan didominasi oleh kaum perempuan, para jemaah diingatkan untuk menjaga kesehatan dan fisik, mengingat kloter 14 yang membawa rombongan HST dijadwalkan mulai memasuki asrama haji pada 12 Mei mendatang.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda HST, Ainur Rafiq, memberikan ucapan selamat kepada para jemaah yang akhirnya bisa berangkat setelah masa penantian yang panjang.
"Bapak dan Ibu sekalian pantas disebut sebagai orang yang beruntung atas kesabaran selama ini," ucap Ainur Rafiq saat membuka acara.
Sementara itu, Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kemenag HST, Khairussalim, menegaskan bahwa seluruh prosedur bimbingan tahun ini dilakukan dengan sangat ketat dan mengacu pada regulasi terbaru.
"Seluruh rangkaian kegiatan mengikuti pedoman resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2025," jelas Khairussalim mengenai dasar pelaksanaan manasik.
Terkait teknis keberangkatan, panitia juga telah memastikan jadwal keberangkatan jemaah HST yang akan bergabung dengan jemaah asal Banjarmasin dalam satu kloter.
"Kloter ini akan memasuki asrama haji pada 12 Mei 2026 pukul 09.20 WITA dan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Syamsuddin Noor pada keesokan harinya," tambahnya.
Meski frekuensi pertemuan tingkat kabupaten dikurangi, Khairussalim mengapresiasi inisiatif jemaah yang telah melakukan persiapan secara mandiri jauh-jauh hari.
"Kabupaten HST telah melaksanakan 18 kali bimbingan mandiri melalui berbagai lembaga seperti IPHI dan KBIH," ungkapnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan jemaah bahwa syarat kesehatan (*istitha'ah*) tahun ini menjadi kunci utama keberangkatan yang tidak bisa ditawar.
"Kesempatan berhaji adalah karunia yang harus disambut dengan persiapan matang guna menjadikan ibadah mabrur," pungkas Ainur Rafiq menutup arahannya.[nata]
