Uji Tangkas Sabuk Puncak Silat Militer, Ratusan Prajurit Kodam VI/Mulawarman Berkumpul di Barabai

Uji Tangkas Sabuk Puncak Silat Militer, Ratusan Prajurit Kodam VI/Mulawarman Berkumpul di Barabai

BARABAI - Ratusan prajurit dari berbagai satuan teritorial dan tempur di wilayah Kalimantan Selatan mengikuti uji kenaikan sabuk bela diri Puncak Silat Militer guna meningkatkan kualifikasi teknik, ketahanan fisik, serta penguatan karakter disiplin di Lapangan Yonif 621/Manuntung, Selasa (31/03/2026).

Kegiatan berskala regional ini melibatkan personel dari Kodim 1002/HST, Kodim 1001/HSU-BLG, Kodim 1008/Tbg, Kodim 1003/HSS, Kodim 1010/Tapin, hingga satuan tempur Yonif 621/Manuntung. 

Di bawah pengawasan ketat tim penguji Jasdam VI/Mulawarman, para prajurit menjalani serangkaian ujian komprehensif yang meliputi penguasaan jurus dasar hingga simulasi pertarungan jarak dekat. 

Puncak Silat Militer sendiri merupakan seni bela diri khas TNI Angkatan Darat yang mengombinasikan kekuatan fisik dengan ketahanan mental sebagai bekal utama dalam menghadapi situasi nyata di lapangan tugas.

“Uji kenaikan sabuk Puncak Silat Militer tidak hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan bela diri, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter prajurit yang tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa juang tinggi,” ujar Pasiops Kodim 1002/HST, Kapten Inf Bijuri, mewakili Dandim Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar.

Kapten Inf Bijuri juga menekankan pentingnya transparansi dan objektivitas dalam setiap tahapan penilaian yang dilakukan oleh tim ahli.

“Dengan adanya tim penguji dari Jasdam, proses penilaian berjalan objektif sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kualitas serta kualifikasi asli setiap prajurit,” ungkapnya saat meninjau jalannya ujian fisik.

Selain sebagai instrumen bela diri, kegiatan ini diproyeksikan sebagai bagian dari pembinaan satuan yang berkelanjutan demi menjamin kesiapan operasional personel.

“Diharapkan seluruh prajurit menjadikan bela diri sebagai bekal utama dalam pelaksanaan tugas sekaligus sebagai gaya hidup sehat dan disiplin,” tambahnya di sela-sela kegiatan.

Pihak komando atas berharap agar kemahiran yang diperoleh tidak membuat prajurit jumawa, melainkan semakin profesional dalam mengayomi masyarakat.

“Latihan yang konsisten akan melahirkan prajurit yang profesional dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks,” tegas Kapten Inf Bijuri mengenai visi pembinaan personel.

Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat integrasi antar-satuan di wilayah Kalimantan Selatan melalui semangat kompetisi yang sehat.

“Setiap peserta saling memberikan dukungan sehingga tercipta suasana kebersamaan yang kuat antar-prajurit dari berbagai wilayah,” jelasnya mengapresiasi antusiasme peserta.

Menutup keterangannya, beliau memastikan bahwa seluruh rangkaian ujian telah memenuhi standar kualifikasi militer yang ditetapkan oleh komando atas.

“Uji kenaikan sabuk ini menjadi tolok ukur penting untuk mengetahui sejauh mana penguasaan teknik, jurus, serta kesiapan prajurit dalam menghadapi situasi nyata,” pungkasnya menutup pernyataan resmi.[nata]
Lebih baru Lebih lama