BARABAI – Anggota Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah bersama warga Desa Paya Besar menunjukkan progres signifikan dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda melalui pengerjaan abutmen secara gotong royong, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan pengerjaan struktur penopang utama ini menjadi tahapan krusial untuk menjamin keamanan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang. Sinergitas yang kuat antara personel TNI dan masyarakat setempat mencerminkan kemanunggalan yang solid dalam upaya mempercepat ketersediaan infrastruktur desa.
Kehadiran jembatan ini diproyeksikan menjadi solusi transportasi yang akan menggerakkan roda perekonomian serta mempermudah akses pelayanan publik bagi warga di pedalaman Kecamatan Batu Benawa.
Semangat bahu-membahu di lapangan membuktikan bahwa keterbatasan alat berat dapat diatasi dengan kekuatan gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa.
“Kebersamaan TNI dan masyarakat terlihat begitu solid dalam setiap tahapan pekerjaan sebagai bukti nyata dukungan terhadap pembangunan daerah,” ujar personel di lapangan melaporkan situasi terkini.
Dandim 1002/HST, Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar, menyatakan kepuasannya atas kerja sama yang terjalin dengan sangat harmonis tersebut.
“Dengan kerja sama yang baik antara anggota TNI dan masyarakat, kami optimis pembangunan jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Beliau menekankan bahwa percepatan pengerjaan tetap mengedepankan kualitas teknis agar jembatan memiliki daya guna yang maksimal.
“Penyelesaian yang tepat waktu sangat penting sehingga infrastruktur ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Dandim berharap jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga penghubung kesejahteraan bagi warga sekitar.
“Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi serta meningkatkan perekonomian warga di Desa Paya Besar,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Letkol Inf Ardiansyah kembali mengapresiasi dedikasi warga yang sukarela membantu tim konstruksi TNI sejak pagi hari.
“Semangat gotong royong ini menjadi modal utama kita dalam membangun infrastruktur di daerah secara berkelanjutan,” pungkasnya.[nata]
Tags
humaniora
