Bupati Turun ke Laut, Rasakan Langsung Kerasnya Hidup Nelayan Kurau

Bupati Turun ke Laut, Rasakan Langsung Kerasnya Hidup Nelayan Kurau

PELAIHARI - Laut Sungai Rasau, Kecamatan Kurau, menjadi saksi kedekatan seorang pemimpin dengan warganya. Bupati Tanah Laut (Tala), H. Rahmat Trianto, tak sekadar hadir di darat, tetapi benar-benar ikut melaut bersama nelayan, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini bukan seremoni belaka. Bupati Tala memilih turun langsung untuk melihat dan merasakan kehidupan nelayan dari dekat. Ia didampingi Ketua Komisi II DPRD Tala, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Laut, personel Polairud, Babinsa, hingga perwakilan perbankan.

Di atas kapal sederhana milik nelayan, suasana terasa tanpa jarak. Bupati Tala membaur, ikut menjala, hingga menarik hasil tangkapan. Aktivitas yang biasanya hanya dilihat dari laporan, kini ia jalani sendiri di tengah laut.

Tak hanya bekerja, ia juga membuka ruang dialog. Para nelayan menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari cuaca yang sulit diprediksi, mahalnya biaya operasional, hingga terbatasnya bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Di sela-sela aktivitas, suasana menjadi cair. Tawa pecah saat Rahmat ikut menurunkan perangkap ikan sepanjang 25 meter.

“Ini 25 Meter. Ada yang 500 meter tidak?” ujarnya sambil tertawa dengan semangat.

Candaan lain pun terlontar, mencairkan suasana di atas kapal.

“Selagi ada Kepala Kantor Kementerian Agama di kapal ini, insya Allah kita semua selamat,” ucapnya yang langsung disambut gelak tawa rombongan dan nelayan.

Kehadiran Bupati Tala di tengah laut memberi kesan tersendiri bagi para nelayan. Mereka merasa diperhatikan karena pemimpinnya mau melihat langsung kondisi di lapangan.

“Jarang sekali pemimpin ikut ke laut seperti ini. Kami merasa lebih diperhatikan,” ungkap salah seorang nelayan.

Melalui momen tersebut, pemerintah daerah berharap komunikasi dengan nelayan semakin terbuka. Dengan begitu, setiap kebijakan yang dirumuskan dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir di Kabupaten Tala.[lastri]
Lebih baru Lebih lama