Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Berantas Uang Palsu, Muhidin Ingatkan Masyarakat Terapkan 3D

Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Berantas Uang Palsu, Muhidin Ingatkan Masyarakat Terapkan 3D

BANJARBARU — Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin bersama pimpinan Forkopimda menghadiri Silaturahmi Forum Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) di Mako BIN Daerah Kalsel, Banjarbaru, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran uang palsu di wilayah Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur H. Muhidin turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antarinstansi yang tergabung dalam Forum Botasupal Kalsel, yakni BIN Daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Polda Kalsel, Kejati Kalsel, serta Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Selatan.

Selain itu, Gubernur bersama Forum Botasupal juga melakukan pemusnahan uang palsu hasil temuan tahun 2024 dan 2025 sebanyak 463 lembar menggunakan mesin penghancur.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa pemberantasan uang palsu merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor.

Menurutnya, peredaran uang palsu dapat mengancam stabilitas perekonomian daerah karena berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem keuangan serta merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu dengan menerapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

“Melalui kerja sama ini, kita dapat saling berbagi informasi, mempercepat respons di lapangan, serta mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan pemalsuan uang,” ujar Muhidin.

Sementara itu, Kepala BIN Daerah Kalsel Brigjen Pol Sentot Adi Dharmawan menyatakan bahwa Forum Botasupal memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan langkah pencegahan, penindakan, serta edukasi kepada masyarakat guna menjaga stabilitas sistem keuangan di daerah.[adv]
Lebih baru Lebih lama