SIAP Melaut Hadir, Nelayan Tala Didorong Lebih Aman dan Terlindungi

SIAP Melaut Hadir, Nelayan Tala Didorong Lebih Aman dan Terlindungi

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) mulai memperkuat perlindungan bagi masyarakat pesisir melalui peluncuran program SIAP Melaut di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Kurau, program ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menjawab kebutuhan nelayan agar dapat bekerja dengan rasa aman dan nyaman, Kamis (1/4/2026).

Tidak sekadar program baru, SIAP Melaut menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam membenahi sektor kelautan yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir. Fokusnya mencakup aspek keselamatan kerja, kelengkapan administrasi kapal, hingga perlindungan sosial bagi nelayan.

Bupati Tala, Rahmat Trianto, menegaskan bahwa program ini lahir dari kondisi riil masyarakat Tala yang sebagian besar bergantung pada sektor kelautan.

“Kurang lebih 15 persen masyarakat kita hidup di wilayah pesisir dan berprofesi sebagai nelayan. Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk hadir memberikan perlindungan dan memastikan mereka bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya saat peluncuran.

Dengan garis pantai sekitar 175 kilometer yang tersebar di enam kecamatan dan 24 desa, sektor perikanan dan kelautan menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, menurut Rahmat, kehadiran program ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan.

“Yang kita ingin hadirkan adalah rasa nyaman. Nelayan harus tenang saat melaut. Kapalnya berizin, sehingga tidak ada rasa khawatir. Kalau tidak lengkap, tentu tidak akan nyaman,” ujar Bupati Tala.

Selain memastikan keamanan saat melaut, Pemkab Tala juga memperluas perlindungan sosial dengan mendaftarkan sekitar 25 ribu pekerja rentan, termasuk nelayan, ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan jaminan saat terjadi risiko kerja.

“Ketika mereka sakit atau mengalami risiko kerja, tidak lagi kebingungan soal biaya. Ini bentuk komitmen kita melindungi pekerja nonformal,” tegasnya.

Jumlah penerima manfaat ke depan ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 50–60 ribu orang, sehingga perlindungan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sisi lain, tantangan distribusi bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses BBM bagi nelayan tetap tersedia dan tepat sasaran, meski di tengah dinamika kondisi global.

“Kita juga menghadapi situasi global yang bisa berdampak pada BBM. Tapi kita berharap nelayan di Tala tetap bisa mendapatkan akses BBM dengan mudah sehingga aktivitas melaut tetap berjalan lancar,” ungkapnya.

Melalui SIAP Melaut, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa potensi besar kelautan Tala tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga dikelola dengan pendekatan yang berpihak pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kita dianugerahi potensi luar biasa, termasuk laut yang menyimpan banyak rezeki. Tugas kita adalah memastikan masyarakat bisa memanfaatkannya dengan aman dan sejahtera,” tutupnya.[lastri]
Lebih baru Lebih lama