PELAIHARI - Hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Kintap dalam beberapa hari terakhir memicu naiknya debit sungai hingga merendam permukiman warga di Desa Kintapura dan Desa Salaman, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Sabtu (9/5/2026).
Genangan paling parah terjadi di Desa Kintapura. Sedikitnya empat RT terdampak dengan ketinggian air di sekitar rumah warga mencapai 40 sentimeter. Sementara di Desa Salaman, kondisi air mulai berangsur turun meski sejumlah rumah warga masih tergenang.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama meluapnya sungai di beberapa titik kawasan Kecamatan Kintap.
Data BPBD mencatat, sebanyak 28 rumah di Desa Salaman terdampak banjir yang tersebar di empat RT. Terdiri dari tiga rumah di RT 05, enam rumah di RT 06, sembilan rumah di RT 07, dan sepuluh rumah di RT 08.
Meski banjir sempat memasuki area permukiman, hingga saat ini warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing dan terus memantau perkembangan kondisi air.
Selain merendam rumah, luapan sungai juga menggenangi beberapa akses jalan menuju Desa Salaman sehingga aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Sebagai langkah antisipasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama personel pemadam kebakaran terus melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah kecamatan bersama BPBD juga mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kintap.
BPBD Tala turut mengimbau masyarakat untuk mengamankan dokumen penting dan barang elektronik ke tempat yang lebih aman.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.[lastri]
Tags
tanah laut
