Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Terima Kunjungan Kerja DPD RI, Tegaskan Keandalan Pasokan Avtur

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Terima Kunjungan Kerja DPD RI, Tegaskan Keandalan Pasokan Avtur

KALIMANTAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam masa reses di dua lokasi, yaitu Aviation Fuel Terminal (AFT) Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, serta Kantor Sales Area Retail Kalimantan Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPD RI terhadap sektor energi, khususnya terkait ketersediaan dan distribusi avtur serta energi lainnya di wilayah Kalimantan.

Kunjungan kerja DPD RI Komite II di Kalimantan Selatan dihadiri oleh Habib Hamid Abdullah, S.H., M.H., sementara di Kalimantan Tengah dihadiri oleh Habib Said Abdurrahman. Dalam kunjungan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari ketahanan stok avtur, mekanisme penetapan harga, hingga distribusi LPG bersubsidi di wilayah Kalimantan.

Corporate Operation & Services Regional Manager Kalimantan, Immanuel Kornelius Silaen, yang mendampingi kunjungan kerja di Palangka Raya, menjelaskan bahwa avtur merupakan produk non-subsidi yang mekanisme harganya mengikuti ketentuan pemerintah dan dinamika energi global.

“Harga avtur ditetapkan mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak dunia. Meskipun avtur merupakan salah satu komponen biaya dalam operasional penerbangan, penting untuk dipahami bahwa harga tiket pesawat juga dipengaruhi oleh faktor signifikan lainnya seperti biaya sewa pesawat, operasional kru, biaya kebandarudaraan, hingga fluktuasi nilai tukar rupiah,” jelas Immanuel.

Secara umum struktur biaya penerbangan terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu avtur, operasional pesawat, biaya bandara dan navigasi, pajak dan iuran, ground handling dan layanan penumpang, serta distribusi, penjualan, dan komersial.

Ia menambahkan, Pertamina terus berupaya menjaga efisiensi distribusi agar keandalan pasokan tetap terjaga di seluruh titik pengisian. Khusus untuk wilayah Kalimantan Tengah, rantai pasok avtur disuplai dari Kilang Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan di AFT Tjilik Riwut, H. Asan, dan Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, DPD RI juga menyoroti potensi produksi energi domestik. Immanuel menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi melalui kilang-kilang dalam negeri untuk menghasilkan berbagai produk energi, termasuk avtur, guna mendukung ketahanan energi nasional.

Di tempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pertamina dan pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan energi di daerah.

“Kami menyambut baik kunjungan kerja DPD RI sebagai bagian dari penguatan pengawasan sekaligus kolaborasi dalam memastikan distribusi energi, baik BBM, LPG, maupun avtur, dapat berjalan optimal dan tepat sasaran di seluruh wilayah Kalimantan,” ujar Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi melalui penguatan infrastruktur serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan dan distribusi energi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135, serta mengakses aplikasi MyPertamina, atau mengunjungi situs mypertamina.id.[]

Lebih baru Lebih lama