Pilar Pembangunan, Pemkab HST Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Kualitas Keluarga

Pilar Pembangunan, Pemkab HST Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Kualitas Keluarga

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi krusial dalam mencetak generasi masa depan yang berdaya saing melalui pembukaan penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D) di Desa Rantau Keminting, Selasa (12/5/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk mengevaluasi sekaligus mengoptimalkan peran keluarga sebagai unit terkecil masyarakat dalam membentuk karakter, pendidikan, dan kesejahteraan yang berkelanjutan. 

Melalui sinergi lintas instansi dan dukungan dari Tim Evaluasi Provinsi Kalimantan Selatan, program ini diarahkan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada pemenuhan hak anak serta perlindungan perempuan. 

Kehadiran jajaran perangkat daerah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen kolektif untuk mentransformasi desa-desa di Bumi Murakata menjadi lingkungan yang sehat, mandiri, dan harmonis. 

Pemerintah berharap hasil penilaian ini dapat menjadi rujukan dalam menyempurnakan program pembangunan pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Kami menyadari bahwa upaya peningkatan kualitas keluarga adalah proses berkelanjutan guna menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” ujar Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi.

Ia menekankan bahwa keluarga yang sejahtera secara ekonomi dan mental akan menjadi katalisator bagi kemajuan daerah dalam menghadapi tantangan global.

“Melalui momentum ini, mari kita perkuat komitmen dan kerja sama untuk memastikan setiap keluarga mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat,” tambahnya. 

Visi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di wilayah perdesaan.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, pendidikan, dan kesejahteraan, sehingga sinergi seluruh pihak sangat diperlukan,” ungkap Wakil Ketua TP PKK HST, Ni’matul Izzati, saat membacakan sambutan Ketua TP PKK.

Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa peran ibu dan ayah sebagai pendidik utama di rumah tidak dapat tergantikan oleh lembaga formal mana pun.

“Pemerintah Kabupaten HST berharap pelaksanaan PK2D mampu menjadi sarana evaluasi nyata dalam meningkatkan kualitas program pembangunan keluarga di daerah, bukan sekadar agenda seremonial,” pungkasnya. 

Masukan dan rekomendasi dari tim penilai nantinya akan diintegrasikan ke dalam kebijakan strategis daerah untuk memastikan Bumi Murakata menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pertumbuhan setiap anggota keluarga.[nata]
Lebih baru Lebih lama