Bupati Abdul Hadi Dorong Tradisi Ma Iwak Jadi Daya Tarik Wisata dan Penggerak Ekonomi Desa Inan

Bupati Abdul Hadi Dorong Tradisi Ma Iwak Jadi Daya Tarik Wisata dan Penggerak Ekonomi Desa Inan

BUPATI Balangan, H. Abdul Hadi saat menghadiri Tradisi Ma Iwak.| foto : istimewa

PARINGIN - Bupati Balangan, H. Abdul Hadi, mengapresiasi pelaksanaan tradisi Ma Iwak di Sungai Kali Maraup, Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, yang dinilai mampu menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Abdul Hadi, Ma Iwak merupakan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang perlu terus dijaga oleh generasi muda. Tradisi tersebut juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata budaya yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

“Tradisi Ma Iwak merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Balangan yang patut kita banggakan. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini karena selain melestarikan adat dan budaya, juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di hati masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan dikemas lebih menarik setiap tahunnya.

Menurutnya, semakin banyak pengunjung yang datang, maka semakin besar pula peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perdagangan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami berharap Desa Inan dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Balangan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, panitia, dan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” katanya.

Abdul Hadi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan sungai yang menjadi lokasi pelaksanaan Ma Iwak. Menurutnya, kelestarian lingkungan dan budaya harus berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kebersihan sungai dan kelestarian tradisi adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga warisan yang telah ditinggalkan para pendahulu agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tambahnya.

Kegiatan Ma Iwak di Sungai Kali Maraup berlangsung meriah dengan diikuti ratusan warga dari berbagai wilayah. Selain menjadi ajang hiburan rakyat dan mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu menjadi perekat kebersamaan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.[martin]
Lebih baru Lebih lama