BARABAI – Tim sepak bola Polres HST A sukses menyegel tiket ke babak 16 besar setelah menumbangkan perlawanan alot Haruyan Putra FC melalui drama adu penalti 5-4 pada lanjutan turnamen Bupati HST Cup 2026 di Stadion Murakata Barabai, Minggu (28/6/2026).
Laga hari ke-22 yang merupakan rangkaian hari kelima fase 32 besar ini menyedot animo luar biasa dari masyarakat pencinta si kulit bundar di wilayah Bumi Murakata. Ratusan suporter dari kedua kubu tampak memadati tribune stadion demi memberikan dukungan moral secara langsung kepada tim kebanggaan mereka.
Sejak peluit tanda dimulainya waktu normal berdurasi dua kali tiga puluh menit ditiup oleh wasit Angga Nurhidayat, tempo permainan langsung berjalan sangat cepat. Kedua kesebelasan asal Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu silih berganti melancarkan serangan impresif demi mencuri gol pembuka.
Kendati menampilkan skema taktik yang agresif, barisan pertahanan dari kedua kubu tampil sangat disiplin mementahkan setiap ancaman yang datang mendekat. Alhasil, paruh pertama pertandingan harus ditutup dengan skor kacamata tanpa adanya insiden pelanggaran keras yang berbuah kartu peringatan.
Memasuki babak kedua, tensi persaingan di atas lapangan hijau mulai memanas seiring kebuntuan strategi yang belum juga terpecahkan. Kecepatan tempo ini memaksa pengadil lapangan mengeluarkan kartu kuning perdana pada menit ke-42 untuk penggawa andalan Polres HST A, Fito Atmajaya Surya.
Puncak ketegangan derbi antarkecamatan ini akhirnya meledak pada menit ke-55 ketika terjadi gesekan fisik antarpemain yang tak terhindarkan. Sebuah keributan mendadak pecah di area tengah lapangan sehingga sempat menghentikan jalannya pertandingan selama beberapa saat.
Buntut dari insiden panas tersebut, wasit bertindak tegas dengan memberikan hukuman kartu kuning kepada Muhammad Nazarin dari kubu kepolisian dan kiper Haruyan Putra, Kamal Husen.
Nasib paling nahas justru dialami oleh Alesandro David yang harus mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah langsung akibat keterlibatannya dalam friksi tersebut.
Kehilangan satu pilar penting akibat pengusiran paksa itu mengharuskan skuad perwakilan ibu kota kabupaten bermain lebih reaktif merapatkan barisan pertahanan.
Beruntung, lini belakang mereka tampil cukup solid menahan gempuran demi gempuran hingga peluit panjang berbunyi dengan kedudukan tetap imbang tanpa gol.
Sesuai regulasi kompetisi, hasil seri tanpa pemenang ini langsung diselesaikan melalui babak adu ketangkasan tendangan dari titik putih.
Fase krusial tersebut menguji kekuatan mental para eksekutor dari kedua kesebelasan di bawah tekanan psikologis ribuan pasang mata penonton.
Dalam drama menegangkan itu, kelima algojo dari tim Bhayangkara sukses menunaikan tugasnya mengarahkan bola dengan sempurna ke gawang lawan.
Sebaliknya, satu dari lima penendang Haruyan Putra FC gagal merobek jala sehingga skor akhir ditutup 5-4 untuk kemenangan tim asal Barabai tersebut.
Menanggapi kemenangan dramatis ini, pilar penting Polres HST A, Brian Galih Bagaskara, mengakui bahwa jalannya laga sangat menguras tenaga dan emosi.
"Alhamdulillah, pertandingan hari ini cukup ketat karena saling serang, tapi kita dapat memenangkan pertandingan lewat adu penalti berkat kerja keras dan arahan pelatih," ungkapnya usai berlaga.
Lebih lanjut, gelandang serang tersebut menegaskan bahwa skuadnya tidak akan larut dalam euforia mengingat tantangan pada fase gugur berikutnya dipastikan jauh lebih berat.
"Persiapan selanjutnya, kita masing-masing pemain tetap berlatih untuk persiapan menghadapi lawan di pertandingan ke depan," pungkas Brian dengan raut wajah optimistis.
Berkat hasil positif petang itu, langkah gemilang tim asuhan institusi penegak hukum tersebut dipastikan terus berlanjut memanaskan perebutan gelar juara.
Pada babak perdelapan final nanti, Polres HST A sudah ditunggu oleh rival tangguh, Batu Piring FC, dalam laga krusial yang dijadwalkan bergulir pada Kamis 02 Juli 2026 mendatang.[nata]
Tags
humaniora
