Populasi 36 Ribu Itik Mahang Baru Topang Swasembada Pangan Nasional

Populasi 36 Ribu Itik Mahang Baru Topang Swasembada Pangan Nasional

BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berkolaborasi dengan jajaran pemangku kebijakan pusat guna melejitkan sektor peternakan komoditas unggulan melalui program integrasi lahan produktif demi mempercepat kedaulatan pangan nasional, Senin (15/6/2026).

Langkah strategis yang ditandai dengan peninjauan sentra budidaya itik di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan ini, memosisikan kawasan Banua Anam sebagai lumbung pangan hewani regional yang tangguh. 

Sektor agraris ini terbukti menjadi urat nadi perekonomian makro daerah dengan kontribusi nyata mencapai 23,4 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

Guna mengoptimalisasi potensi tersebut, pemerintah daerah menginisiasi inovasi program SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawang dan Kering) yang kini sukses membina 50 kelompok peternak lokal. 

Kesiapan ini dinilai selaras dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 demi memutus rantai ketergantungan pasokan pangan impor melalui pemberdayaan masyarakat perdesaan secara berkelanjutan.

“Kami berterima kasih kepada Pak Wamenko, Gubernur, dan Bupati yang hadir langsung melihat kondisi kami di lapangan,” ujar perwakilan Pembakal Desa Mahang Baru, Muhammad Ansyari. 

Pihak desa mengonfirmasi bahwa Kelompok Tani Jaya Bersama yang menaungi 21 peternak di wilayahnya kini mampu menghasilkan produksi telur rata-rata 25 ribu hingga 27 ribu butir setiap hari. Produktivitas tinggi ini menjadi bukti ketahanan ekonomi lokal yang sempat diterpa masa sulit pada tahun sebelumnya.

“Kita harus menyiapkan swasembada bagi diri sendiri dan regional,” tegas Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan. 

Kementerian menilai wilayah Hulu Sungai Tengah memiliki karakteristik geografis yang sangat ideal untuk pengembangan sektor protein hewani berbasis komoditas unggulan berskala massal.

“Mudahan-mudahan kita bisa mencapai target secepatnya untuk membangun ketahanan pangan nasional,” tambah Wamenko. 

Guna menjaga kestabilan angka produksi peternak, intervensi anggaran dari pemerintah daerah juga terus mengalir dalam bentuk penguatan infrastruktur pendukung di lapangan.

“Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi mencapai 23,4 persen terhadap PDRB, sehingga terus didorong melalui berbagai program pembangunan,” pungkas Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal

Melalui integrasi stimulus sarana jalan usaha tani, tata kelola irigasi yang prima, serta bantuan bibit unggul, Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini mantap melangkah sebagai pilar utama penyokong ketahanan pangan, energi, dan air yang mandiri di Kalimantan Selatan.[nata]
Lebih baru Lebih lama