Gempur Stunting, SPPG Banua Jingah Pasok Makanan Bergizi ke 3.754 Warga HST

Gempur Stunting, SPPG Banua Jingah Pasok Makanan Bergizi ke 3.754 Warga HST

SPPG Banua Jingah Menyerahkan MBG ke beberapa sekolahamdi HST.| foto : istimewa

BARABAI - Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Banua Jingah sukses memperluas intervensi pemenuhan nutrisi harian dengan menjangkau sebanyak 3.754 penerima manfaat lintas sektor guna mewujudkan generasi yang sehat dan bebas tengkes (stunting) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Rabu (10/6/2026).

Program strategis kemanusiaan yang dikelola di bawah naungan Yayasan Al Futuwwah Kandangan tersebut telah aktif bergerak secara masif sejak diresmikan pada medio Maret tahun lalu. 

Berdasarkan pembaruan data operasional terkini, akumulasi sebaran pasokan pangan higienis ini diklasifikasikan ke dalam dua pilar utama, yakni sektor pendidikan formal sebanyak 3.413 porsi serta klaster kesehatan keluarga bagi kelompok rentan sebanyak 340 jiwa.

Distribusi pada lini instansi sekolah menyasar puluhan lembaga mitra mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar seperti SDN Barabai Utara, hingga angka penyerapan paling signifikan di level madrasah yang dipimpin oleh MTsN 2 HST dengan total 992 porsi dan MAN 1 HST sebanyak 953 porsi. 

Sementara itu, pilar kesehatan keluarga bergerak spesifik melalui program intervensi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) yang tersebar merata di delapan unit Posyandu pada empat desa strategis.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap porsi makanan bergizi yang didistribusikan selalu higienis, tepat waktu, dan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan,” ujar Rahmi Hidayat. 

Pihaknya menjelaskan bahwa manajemen pemetaan digital telah diintegrasikan ke dalam sistem logistik demi menjaga kesegaran mutu makanan hingga ke titik layanan terjauh.

“Nutrisi yang seimbang adalah modal utama anak-anak kita agar bisa menyerap pelajaran dengan optimal tanpa kendala kelelahan,” katanya. 

Pemberian asupan kalori dan vitamin yang teratur secara ilmiah terbukti mampu mendongkrak konsentrasi belajar serta ketahanan fisik para siswa selama menerima materi di ruang kelas.

“Melalui menu harian yang teratur ini, kita sedang berinvestasi besar pada kualitas masa depan generasi muda di Hulu Sungai Tengah,” jelas Rahmi. 

Langkah preventif pada sektor domestik ini juga diperketat sejak masa kehamilan guna memutus mata rantai masalah gizi buruk sedini mungkin dari tingkat desa.

“Dukungan berkesinambungan dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta partisipasi aktif masyarakat luas sangat diharapkan,” pungkasnya. 

Melalui konsistensi penyaluran gizi yang terukur dan berbasis data riil ini, SPPG Banua Jingah optimistis dapat menstimulasi lahirnya sumber daya manusia Bumi Murakata yang unggul, cerdas, dan kompetitif di masa depan.[nata]
Lebih baru Lebih lama