BARABAI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai dan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Barabai menggelar aksi dengan pihak PLN UP3 Barabai terkait pemadaman listrik berulang yang mengganggu aktivitas warga, di halaman kantor PLN Barabai, Kamis (30/7/2026).
Manajer PLN UP3 Barabai, Izbet Alighorky, menyambut baik aspirasi yang disampaikan dan memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kendala pasokan daya.
“Kami mengapresiasi aksi damai ini yang berlangsung aman dan tertib. Atas terjadinya pemadaman bergilir kami mohon maaf sebesar-besarnya, hal ini terjadi karena tiga unit pembangkit mengalami gangguan sehingga pasokan lebih kecil dibanding beban yang dibutuhkan,” ujar Izbet.
Ia menjelaskan perbaikan terhadap ketiga pembangkit tersebut telah berjalan dan sebagian sudah kembali normal masuk ke sistem, sehingga durasi pemadaman yang semula 5–6 jam kini berkurang menjadi 3–4 jam.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pemadaman tidak terjadi lagi, namun kondisi ini fluktuatif mengikuti sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Tengah. Insyaallah awal Agustus nanti kondisi dapat kembali normal,” tambahnya.
Terkait tuntutan kompensasi, Izbet menegaskan pelaksanaannya merujuk pada Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025, berupa potongan tagihan atau token gratis, bukan penggantian kerugian materi lain yang diatur secara terpisah.
“Kompensasi bukan berupa uang tunai atau ganti rugi usaha, melainkan penyesuaian tagihan listrik sesuai aturan yang berlaku dan harus melalui verifikasi jenjang hingga Kementerian ESDM,” jelasnya.
Perwakilan HMI Cabang Barabai, Amril Saifan, menyampaikan lima poin tuntutan utama mulai dari penghentian pemadaman, transparansi penanganan, tanggung jawab kompensasi, penyelesaian paling lambat 7 Agustus 2026, hingga publikasi resmi di saluran informasi.
“Kami meminta PLN bertanggung jawab penuh dan transparan. Petisi yang kami serahkan menjadi komitmen bersama dan tidak boleh dicopot sebelum semua permasalahan tuntas diselesaikan,” tegas Amril.
Senada disampaikan perwakilan PMII Barabai, Muhammad Alfi Syahrin, pihaknya akan terus mengawal seluruh poin tuntutan hingga terwujud dan mengancam akan menggelar aksi jilid dua jika perbaikan belum terlihat nyata sesuai waktu yang ditetapkan.
“Seluruh lima tuntutan tetap kami kawal dan sebarkan seluas-luasnya. Jika sampai tanggal 17 Agustus nanti kondisi belum membaik, kami siap menggerakkan kembali massa untuk menuntut hak masyarakat,” pungkas Alfi Syahrin.[nata]
Tags
peristiwa
