Kabut Asap Makin Pekat, Relawan UNIVSM Peduli Bagikan Ratusan Masker di Paringin

Kabut Asap Makin Pekat, Relawan UNIVSM Peduli Bagikan Ratusan Masker di Paringin

RELAWAN UNIVSM Peduli bagikan masker kepada pengguna di Kota Paringin.| foto : istimewa

PARINGIN - Kepulan kabut asap yang semakin pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan mendorong kepedulian sejumlah relawan untuk turun langsung ke jalan. Relawan Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) Peduli membagikan ratusan masker kepada pengguna jalan di kawasan perempatan Kota Paringin, Kabupaten Balangan, Sabtu (29/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang mulai terganggu akibat sebaran asap Karhutla dalam beberapa pekan terakhir.

Pengguna kendaraan roda dua menjadi salah satu sasaran utama pembagian masker. Selain membagikan pelindung pernapasan, para relawan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Gerakan tersebut merupakan rangkaian aksi solidaritas yang sebelumnya dilakukan Relawan UNIVSM Peduli untuk membantu korban musibah kebakaran di Desa Kaladan, Kecamatan Paringin Selatan.

Dengan mengandalkan dana swadaya, para relawan kemudian berinisiatif membeli ratusan masker untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah sederhana namun nyata dalam menghadapi kondisi kabut asap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak 1 Januari hingga 28 Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.083 kejadian Karhutla di Kalimantan Selatan dengan luas lahan terdampak mencapai 10.095,14 hektare.

Tingginya kejadian Karhutla tersebut turut berdampak terhadap kondisi udara di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Balangan. Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir terlihat semakin pekat menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Koordinator Aksi Relawan UNIVSM Peduli, Muhammad Iqbal, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi polusi udara akibat kabut asap yang melanda Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Balangan.

Menurutnya, pembagian masker menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan relawan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.

“Pembagian masker ini adalah langkah kita dalam membantu mengingatkan masyarakat secara umum dan pengendara secara khusus, guna mencegah bahaya ISPA,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral kepada pemerintah, petugas di lapangan, serta seluruh pihak yang tengah berupaya melakukan penanganan dan pengendalian Karhutla.

Sementara itu, Rektor Universitas Sapta Mandiri, Abdul Hamid, mengapresiasi kepedulian dan solidaritas yang ditunjukkan Relawan UNIVSM Peduli. Menurutnya, gerakan tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa dan relawan terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Ia menyebut kondisi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Balangan dalam beberapa hari terakhir cukup mengkhawatirkan karena berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan.

“Tentu ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau kelompok rentan,” kata Abdul Hamid.

Ia berharap aksi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pembagian masker, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan membatasi paparan asap ketika kondisi udara memburuk.

“Masker sebagai elemen penting dalam mencegah penularan berbagai macam penyakit dan penyaring berbagai macam partikel di udara,” tukasnya.[martin]
Lebih baru Lebih lama