KABUT asap pekat menyelimuti kawasan Lapangan Dwi Warna, pusat Kota Barabai, Senin (12/10/2026), sehingga pemandangan tampak samar dan jarak pandang menjadi terbatas.| foto : nata
BARABAI — Kualitas udara di wilayah Kota Barabai dan sekitarnya mengalami penurunan tajam yang mengkhawatirkan, terlihat dari kabut asap pekat yang membatasi jarak pandang hanya sekitar 40 meter pada Senin (12/10/2026).
Kondisi tersebut terpantau menyebar dari pusat kota hingga kawasan pinggiran. Di Lapangan Dwi Warna, objek di seberang kawasan tampak samar, sementara jalur Desa Pajukungan menuju Desa Banua Asam juga dilaporkan berkabut tebal. Pengendara harus melaju perlahan demi menjaga keselamatan.
Data pemantauan menunjukkan Indeks Kualitas Udara atau AQI di Barabai mencapai angka 230, yang berarti berada dalam kategori tidak sehat bagi kesehatan. Sebelumnya, pada pukul 20.00 tercatat AQI berada di angka 156 dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 62,4 mikrogram per meter kubik.
Siti Rahmah, warga Desa Aluan Mati, Kecamatan Batu Benawa, menyaksikan langsung perubahan ketebalan asap sejak sore hingga malam hari. Ia menegaskan kondisi malam ini jauh lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya.
"Menurut saya, kabut asap malam ini paling pekat dibandingkan hari-hari kemarin," ungkap Emilda.
Ia mengaku khawatir terutama bagi anggota keluarganya yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
"Anak saya mulai terasa batuk-batuk sejak asap mulai menebal sore tadi," katanya.
Warga lainnya juga menyampaikan harapan yang sama, yaitu agar cuaca segera berubah membawa kelegaan bagi seluruh masyarakat.
"Semoga hujan segera turun di wilayah kita, supaya asap berkurang dan kita bisa beraktivitas lebih tenang," ucap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa partikel halus PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan paru-paru. Paparan terus-menerus berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama bagi kelompok rentan.
"Saat asap menebal, sebaiknya batasi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker jika terpaksa keluar rumah," imbau pihak terkait.
Suhu udara tercatat sekitar 27 derajat Celsius dengan kecepatan angin rendah, yaitu 2 kilometer per jam, yang memperlambat penyebaran asap. Masyarakat diimbau tetap waspada, kurangi aktivitas luar ruangan, dan perhatikan informasi perkembangan kondisi udara dari instansi terkait.[nata]
Tags
humaniora
