TIM survei Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) meninjau layanan di instalasi rawat jalan RSUD H. Damanhuri Barabai saat proses penilaian akreditasi.| foto RSHD Barabai
BARABAI — Tim survei Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan penilaian akreditasi di RSUD H. Damanhuri Barabai selama tiga hari, tepatnya pada 13 hingga 15 Oktober 2026, guna memverifikasi pemenuhan standar mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Kegiatan ini diawali dengan penelaahan dokumen melalui Sistem Informasi Dokumen Akreditasi Rumah Sakit, dilanjutkan dengan pemeriksaan langsung ke berbagai ruang pelayanan. Para surveior melakukan observasi, simulasi prosedur, serta wawancara kepada petugas maupun pasien untuk menilai penerapan standar di lapangan.
Proses penilaian dilakukan oleh dua surveior KARS, yaitu dr. Vally Christly Helyawati Ratulangi sebagai surveior manajemen dan Ns. Purwanto sebagai surveior asuhan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati HST, Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Direktur RSUD H. Damanhuri, dr. Nanda Sujud Andi Yudha Utama, mengatakan bahwa pihaknya membuka diri terhadap setiap temuan dan saran yang diberikan tim survei.
“Kami berharap mendapatkan masukan dan bimbingan dari para surveior. Bagi kami, ujian akreditasi sesungguhnya berlangsung setiap hari melalui pelayanan yang kami berikan, berbagai permasalahan yang dihadapi serta upaya bersama untuk menemukan solusi,” ujar Nanda, Senin (2/11/2026).
Nanda menambahkan bahwa proses akreditasi ini bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif, melainkan sarana untuk memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar yang berlaku. Setiap masukan yang diberikan akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan di rumah sakit tersebut.
“Kami memohon bimbingan agar melalui kegiatan ini semakin banyak hal yang dapat kami perbaiki. Kami juga berharap seluruh jajaran tetap bersemangat dalam meningkatkan dan menjaga mutu pelayanan rumah sakit,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Survei KARS, dr. Vally Christly Helyawati Ratulangi, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan dukungan penuh yang diberikan pihak rumah sakit maupun pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian akhir, melainkan proses pembinaan yang berkelanjutan.
“Pelaksanaan akreditasi tidak hanya menjadi kegiatan periodik yang dilakukan menjelang survei. Tetapi menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari di lingkungan rumah sakit,” harap Vally.
Vally juga menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara tunggal, melainkan memerlukan partisipasi seluruh elemen yang ada di lingkungan rumah sakit.
“Keberhasilan peningkatan mutu membutuhkan kerja sama seluruh unsur rumah sakit. Melalui kolaborasi tersebut, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu, mengutamakan keselamatan pasien, serta meningkatkan pengalaman pasien selama menerima pelayanan,” tutup Vally.[nata]
Tags
humaniora
