Jelang Kemarau, Distan Kotabaru Lakukan Gerdal OPT Walang Sangit

KOTABARU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi beberapa daerah di Indonesia akan memasuki musim kemarau. 

Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, 27,5 persen di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan masuk awal musim kemarau di bulan Juni 2020.

Menyikapi informasi tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotabaru melakukan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT Walang Sangit sebagai langkah antisipasi.

Giat ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengenai optimalisasi penanganan masalah terkait dampak musim kemarau yang sebentar lagi dihadapi, sehingga stok produksi padi tidak akan mengalami kendala.

Kondisi musim kemarau dengan curah hujan yang masih tinggi membuat peluang besar terhadap berkembangnya OPT Walang Sangit.

Gerakan pengendalian serangan OPT seperti Walang sangit muncul biasanya menyerang saat fase pembungaan sampai fase masak susu dan akibatnya selain dapat menurunkan hasil dan dapat mengurangi kualitas mutu gabah

Giat Gerdal OPT ini dilakukan di Poktan Bintang Kejora Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pulau Laut Tengah dengan varietas Inpari 39 dan didampingi oleh PPL Fathoni.

Sedang Poktan Membangun Desa Teluk Mesjid Kecamatan Pulau Laut Timur dengan varietas Mekongga didampingi oleh PPL Nunik Andriyani dengan luas hamparan 25 hektare.

"Giat Gerdal ini kami lakukan untuk mengantisipasi OPT Walang sangit, dari pihak Dinas Pertanian Kotabaru mengimbau petani rutin melakukan pemantauan di areal sawah dan melaporkan jika ada serangan dan gangguan hama kepada penyuluh setempat atau petugas OPT secepat mungkin," terang KJF Dinas Pertanian Kotabaru.

Menurutnya, hal ini agar dapat diambil tindakan pengendalian secara tepat dan tepat sehingga tidak meluas ke areal lain dan menyebabkan gagal panen.

Selain pemantauan, sambungnya, petani diimbau menggunakan padi yang toleran terhadap kekeringan dan membiasakan untuk menggunakan bahan-bahan organik agar tidak memicu tingkat porositas tanah yang tinggi yang memicu hilangnya air lebih cepat karena penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

“Walaupun aktivitas terbatas dengan adanya pandemi Covid-19, namun petugas harus tetap mendampingi petani. Namun tetap memperhatikan anjuran pemerintah dengan menggunakan masker dan melakukan social distancing saat sosialisasi," ujarnya.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar