BBPP Binuang Gelar Pelatihan Tematik di Food Estate

KUALA KAPUAS - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menggelar pelatihan tematik. Kali ini, pelatihan untuk mendukung program Food Estate ini dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tamban Catur.

Kecamatan Tamban catur sendiri merupakan wilayah pengembangan program Food Estate dengan target luasan 2.220, di mana target luasan itu harus segera harus diselesaikan pengolahan tanahnya pada Oktober ini, sehingga November harus sudah mulai tanam.

Pelatihan yang diikuti 30 peserta baik perwakilan Kelompok Tani (Poktan), Penyuluh Pertanian dan Babinsa memaparkan materi bahasan operasional dan perawatan Alsintan pra panen.

Edukasi pertanian ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai 28 hingga 30 September. Selama pelatihan peserta dibekali materi, baik secara teoritis maupun praktik, termasuk cara mengoperasikan Alsintan pra panen yang terdiri dari Traktor Roda 4 (TR4) Traktor Roda 2 (TR2) maupun Rice Transplanter hingga perawatannya. 

TR4 sebanyak 7 unit dan TR2 sebanyak 24 unit telah dialokasikan oleh Brigade Alsintan Kabupaten di Kecamatan Tamban Catur.

Menurut Kepala BPP Tamban Catur, Sugiyono, jumlah traktor tersebut tidak sebanding dengan target luasan dan waktu yang terbatas, sehingga Ia akan berkoordinasi dengan Brigade Alsintan Kabupaten.

“Kalau hanya 7 unit TR4 dan 24 TR2, ya belum cukup. Apalagi TR4 yang dialokasikan kurang sesuai meski sudah ditambahkan roda apung tetap saja amblas. Untuk itu, kami segera berkoordinasi dengan Brigade Kabupaten untuk meminta ganti dan menambah unit agar target tercapai,” terang Sugiyono. 

Untuk mempercepat pelaksanaan olah tanah diperlukan operator yang profesional. Dengan demikian, terselenggaranya pelatihan ini  diharapkan dapat menyiapkan operator yang siap kerja.

"Pelatihan ini untuk menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang siap mendukung bergulirnya program Food Estate di wilayah Kalimantan tengah, khususnya Kecamatan Tamban catur," terang Soleh Wahyudi di sela sambutannya saat membuka pelatihan mewakili Kepala BBPP Binuang.

Ia meminta peserta untuk manfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya agar Alsintan yang ada dapat dioptimalkan pemanfaatannya.

Pelatihan ini sendiri terlaksana atas kerja sama Dinas Pertanian (Distan) Kapuas dan BBPP Binuang.

Selama kegiatan, materi-materi pelatihan disampaikan oleh fasilitator oleh Widyaiswara BBPP  Binuang, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung dan praktisi dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dinas TPH) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Mengoperasikan Alsintan apapun sangat mudah, akan tetapi memelihara dan merawat Alsintan banyak yang mengalami kesulitan,” jelas soleh.

Sementara itu, dalam arahannya pada 12 September 2020 lalu, tepatnya saat meninjau kesiapan lahan Food Estate, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, untuk persiapan semua lokasi di areal Food Estate harus tergarap dengan mengerahkan semua Alsintan dan dibantu oleh masyarakat secara padat karya. 

“Minimal 1 Alsintan dapat menggarap 2 hektare per hari, kalau bisa sampai 4 hektare per hari,” pungkas SYL.[soleh]

Posting Komentar

0 Komentar