FGD Validasi Bussines Motivation Pathways Program YESS

BATULICIN - Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru terus melakukan kegiatan dalam program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS).

Kali ini tim PPIU Kalsel bersama dengan Tim LKST dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan validasi jalur motivasi bisnis, dan Tim IPB menyajikan model bisnis dari hasil analisa mapping data CPCL (Calon Petani Calon Lahan) yang selama ini diperoleh sesuai potensi utama di masing-masing wilayah penerima manfaat program YESS, selama 2 hari, 3 hingga 4 Desember 2020.

Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 3 Kabupaten penerima manfaat YESS, yaitu Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu dengan berlokasi di DIT atau Dinas Pertanian masing-masing kabupaten, secara online dengan zoom meeting dari pihak LKST dan offline di masing-masing DIT. 

Peserta yang mengikuti masing-masing kabupaten sebanyak 25 orang yang merupakan perwakilan dari Bappeda, Dinas Pertanian, Disnakertrans, Disbunak, BPP, PLUT, HIPMI, APINDO, KADIN, P4S dan Tim Mobilizer YESS.

Dijelaskan oleh Liaison Officer (LO) dari PPIU Kalsel, Rahma Fitriani Darmaningtyas, melalui model bisnis tersebut seperti usaha hulu-hilir produksi padi, sayuran, sapi potong, ayam pedaging, dan karet.

Menurut Rahma, kegiatan ini masih ada beberapa tambahan untuk komoditas usaha yang bisa ditambahkan baik dari Kabupaten Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Banjar seperti budidaya Porang, Gula Aren, Gula Kelapa, Pupuk Organik dan Pestisida Nabati.

Untuk selanjutnya kegiatan ini diharapkan terus menggali potensi wilayahnya terutama untuk model bisnis yang memang peluang pasarnya prospektif.

“Jejaring pasar, masyarakat dan pemerintah di segala lini harus sinergis dalam kerjasama ini supaya target dan tujuan betul-betul tercapai,” sesuai arahan narasumber dari IPB, Rokhani.

Sehingga nantinya semua stakeholder yang terlibat semakin solid membangun masyarakat pemuda di daerah untuk aktif sebagai motor penggerak usaha pertanian.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) merupakan program bagi generasi milenial, seperti dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

SYL mengatakan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan, sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. 

"Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” tambahnya.

Selain itu, Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. 

Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.[adv/willy]