Metode Kaji Terap, Adaptasi Inovasi Teknologi Pertanian

KUALA KAPUAS - Tujuan pembangunan pertanian dalam meningkatkan produktivitas, kualitas dan kontinuitas hasil pertanian, khususnya tanaman pangan, diwujudkan melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). 

Mewujudkan Kostratani sebagai pusat pembangunan pertanian tingkat kecamatan, dilakukan melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan IT untuk mencapai kedaulatan pangan nasional. 

Salah satu peran BPP sebagai Kostratani adalah menjadi pusat pembelajaran, di mana Penyuluh Pertanian sebagai ‘pasukan’ khususnya di BPP harus mempunyai kemampuan yang memadai dalam identifikasi dan implementasi inovasi teknologi yang sesuai diterapkan di wilayahnya. 

Agar dapat memilih inovasi teknologi yang efektif dan efisien diterapkan di wilayah kerjanya, semestinya perlu lebih dulu dilakukan kaji terap oleh penyuluh.

Kaji terap merupakan salah satu bentuk metodologi penyuluhan. Salah satu tujuan dilaksanakannya kaji terap adalah meyakinkan inovasi teknologi pertanian adaptif sehingga sesuai kebutuhan, lokasi dan kondisi sosial ekonomi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.

Dapat dikatakan bahwa kaji terap merupakan salah satu bentuk metode penyuluhan yang efektif dalam menyampaikan penyuluhan kepada petani. 

Petani dapat langsung terlibat dan membuktikan hasil penerapan sebuah inovasi teknologi. Dengan melihat langsung hasilnya, diharapkan petani akan lebih  mudah dan cepat mengadopsi sebuah inovasi teknologi.

Namun faktanya selama ini kegiatan kaji terap termasuk yang paling jarang dilaksanakan oleh penyuluh pertanian. Sebagian besar penyuluh beralasan belum mampu melakukannya. 

Menyadari kondisi itu, BBPP Binuang melaksanakan pelatihan Tematik Kaji Terap selama 3 hari mulai 10 hingga 12 Desember 2020. Pelatihan dilaksanakan di BPP Kapuas Murung dengan sasaran 30 penyuluh pertanian dari  11 BPP di Kabupaten Kapuas. 

Dalam kesempatan mengisi materi sebagai narasumber, Dr Yulia Asni Kurniawati M.Si yang juga Kepala Balai BBPP Binuang  mengharapkan kepada peserta agar setelah pelatihan dapat langsung melaksanakan kaji terap di BPP-nya masing-masing, sesuai dengan proposal yang dibuat. 

“BBPP Binuang akan memberikan dukungan bantuan pembiayaan untuk kaji terap ini. Karena sifatnya bantuan jadi jumlahnya tidak besar,“ kata Yulia.

Menurutnya, selain sebagai sarana penyuluhan, hasil dari kaji terap dapat disajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah (KTI). Sehingga dapat menjadi  bahan angka kredit untuk kenaikan jabatan fungsional.

"Ke depannya jadikan kaji terap sebagai kebutuhan, jangan hanya karena adanya pelatihan dan bantuan biaya, namun laksanakan secara rutin,” pungkas Yulia.[adv]