Tanam Padi, BPP Kostratani di Karang Intan Libatkan Petani Milenial

MARTAPURA - Para petani dan penyuluh yang tergabung dalam Kelompok Tani Sungai Saluang Desa Lok Tangga, Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalsel secara gotong royong melakukan kegiatan tanam padi unggul pada Kamis (17/12/2020).

Selain petani dan penyuluh, kegiatan tanam padi ini juga dihadiri oleh Camat Karang Intan, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Intan dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru selaku Pendamping BPP Model Kostratani dari BPPSDMP Kementan.

Camat Karang Intan, Muhammad Ilmi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang berhadir dan terlibat dalam kegiatan tanam padi di desa Lok Tangga. 

Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah terhadap sektor pertanian.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah peduli dengan pertanian, salah satunya dengan ditunjuknya BPP Karang Intan sebagai BPP Model Kostratani,” kata Ilmi.

Ke depan, lanjut Ilmi, diharapkan bahwa sektor pertanian, khususnya tanaman pangan ini bisa meningkatkan kesejahterakan petani.

Semangat gotong royong petani di desa Lok Tangga terlihat sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya para pemuda tani/petani milenial yang turut terjun ke sawah meskipun harus hujan-hujanan untuk melaksanakan tanam padi, di mana hal ini juga diapresiasi oleh Kabid Penyuluhan Pertanian Dinas TPH Banjar, Retno Sri Murwani.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso mengungkapkan, SMK-PP Negeri Banjarbaru selalu berupaya hadir dan terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh BPP Karang Intan. 

Hal ini, sambungnya, dikarenakan BPP Karang Intan merupakan BPP Model Kostratani yang dibina dan didampingi oleh SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Rangkaian kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam berbagai kesempatan, Mentan SYL meminta penyuluh, petani dan seluruh insan pertanian turun ke lapangan.

Dalam menghadapi situasi di tengah wabah Covid-19, Dedi menegaskan, pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi virus berbahaya itu. Ini karena pertanian berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh.

“Kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” terang Dedi.

Menurutnya, seluruh insan pertanian harus turun ke lapangan, tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat indonesia. 

"Dan tetap bekerja memperjuangkan ketersediaan pangan serta tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” tutupnya.[advertorial/tm]