Penuhi Arahan BPPSDMP, P4S Pitu Kawerang Inovasi Sekam Bakar dan Sabut Kelapa

RANTAU - Menjawab arahan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, P4S Binaan BBPP Binuang, tepatnya P4S Pitu Kawerang, berhasil melakukan inovasi mengolah sekam bakar dan sabut kelapa (cocopeat) menjadi bernilai jual hingga bisa menghasilkan duit, Sabtu (16/1/2021).

Dedi sendiri sebelumnya mengarahkan petani untuk memanfaatkan seluruh limbah hasil pertanian menjadi inovasi menghasilkan duit. 

Arahan sekaligus motivasi itu Ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Penyelenggaraan Pelatihan Pertanian Tahun 2021 di Hotel Horisan Ciawi, Jawa Barat, Rabu (13/1/2021) lalu.

P4S Pitu Kawerang sendiri beralamat di Jalan Tanjung Batu Desa Nunukan Barat, Kecamtan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. P4S ini dimiliki Muhammad Sibwaihi Siji S.Sos.

Diawali dari bantuan sarana dan prasarana bagi pengelola P4S Tahun 2020 sebesar Rp10 juta untuk peningkatan sarlat kapasitas proses pembelajaran di P4S.

"Sarlat yang diminta adalah alat pencacah cocopeat tanpa mesin. Dana Rp10 juta tidak cukup untuk membeli mesin. Saya punya mesin domping bekas di P4S bisa dimanfaatkan untuk menggerakan alat pencacah sabut kepala itu," terang Siba saat menyerahkan proposal ke BBPP Binuang, (april, 2020)

Menurutnya, modal produksi Rp300 ribu untuk beli solar dan sabut kelapa jadi Rp1,5 juta dari tetangga. Tetangga jadi senang, mengingat selama ini sabut kelapa yang dibuang sekarang ada harga.

Kisah arang sekam dengan proses tercepat 1,5 jam jadi inovasi andalan dalam proses pembelajaran di P4S Pitu Kawerang. Biasanya paling cepat 5 samlai 8 jam proses pengolahan arang sekam. 

"Kemudian dicampur dengan cocopeat, perbandingan 1:2 jadilah media tanam andalan," jelas Siba.

Ia mengungkapkan, P4S Pitu Kawerang Nunukan kini semakin terdepan di Kalimantan Utara. Produk cocopeat dan arang sekam tambah diburu penggemar tanaman hias dan tabulampot.

"Terima kasih Ibu Yulia (Kepala BBPP Binuang, red) atas bantuan fasilitasnya," ucap Siba.

Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Selasa (12/01/21) menegaskan, program utama Kementerian Pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kita harus terus dorong pertanian yang Maju, Mandiri, dan Modern. Modern berarti kita bicara SDM, mensyaratkan pembelajaran jangan pernah berhenti. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan yang lama. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanismenya masih seperti tidak berubah," terang SYL.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala BPPSDMP, Dedi mengatakan, tanaman padi setelah digiling berasnya, limbahnya bisa menghasilkan dedak, dan menghasilkan sekam. Apabila dikelola dengan benar akan menghasilkan duit. 

"Begitu juga tanaman pertanian lainnya," imbuh Dedi.

Caranya, lanjut Dedi, tidak cukup hanya tahu ilmu pengetahuan dan tidak cukup hanya tahu permasalahan, tetapi petani harus mampu mengeksekusi.

"Ini tidak gampang, hanya bisa dilakukan oleh petani yang mau bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas," pungkas Dedi.[sumantri/adv]


Posting Komentar

0 Komentar