Terapkan Ilmu, Peserta Pelatihan Kunjungi Tiga P4S Kalsel

SEBAGAI Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) menggelar 2 Pelatihan teknis di awal Januari 2021 ini. 

Pelatihan tersebut tak lain, Pelatihan Teknis Metodologi Penyuluh Swadaya dan Pelatihan Teknis Multimedia bagi Instruktur P4S. Pelatihan diselenggarakan selama 5 hari, 20 Januari hingga 24 Januari 2021.

Peserta Pelatihan berasal dari seluruh Kalimantan, baik Provinsi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. 

Selain mendapatkan ilmu di kelas, peserta pelatihan juga menerapkan langsung materi yang didapat di lapangan, sesuai dengan metode AKOSA alias Alami, Pahami, Olah dan Simpulkan, dengan pendekatan orang dewasa. 

Bentuk penerapan ini dilakukan dengan menerjunkan peserta pelatihan di tiga P4S yang ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di P4S Patra Mandiri di Kabupaten Banjar, P4S Ushuluddin di Kabupaten Tanah Laut, dan P4S Bina Budi Petani di Kabupaten Banjar. 

Selanjutnya, peserta pelatihan mempresentasikan hasil pembelajarannya di masing-masing P4S melalui Program Wisatani atau Widyaiswara Sapa Kostratani. Program ini dapat diakses secara daring melalui aplikasi zoom cloud meeting serta youtube streaming. 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatan terpisah menyampaikan, BBPP Binuang menerapkan pelatihan dengan penerapan dari hulu hingga hilir.

"Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang tidak akan pernah berhenti memberikan ilmu di bidang pertanian," terangnya. 

Di lain kesempatan, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, BPPSDMP akan terus berupaya meningkatkan penguatan kapasitas SDM pertanian.

"Utamanya penyuluh Indonesia sebagai garda terdepan pembangunan pertanian,” jelasnya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPPSDMP di Bogor, Selasa (12/1/2021) lalu.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan pertanian hanya bisa dilakukan dengan SDM yang berkualitas.

"Oleh sebab itu, kita harus mencetak SDM-SDM pertanian yang handal. Termasuk juga mencetak banyak petani milenial untuk mendukung masa depan pertanian," tutur menteri yang akrab disapa SYL ini.[toni/Irfan/rilis]


Posting Komentar

0 Komentar