Kemarau Kini Jadi Tantangan Sektor Pertanian

KEMARAU merupakan suatu tantangan bagi sektor pertanian. Kemarau tahun 2021 diperkirakan mulai terjadi pada Juli mendatang. Kementerian Pertanian (Kementan) pun mengimbau Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memanfaatkan sumber air yang ada.

Perkiraan itu diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan kondisi ENSO (El Nino Southern Oscillation) mencatat puncak musim kemarau diperkirakan pada bulan Juli-Agustus-September 2021 seperti ini ang dikutip di lamannya bmkg.go.id.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sumber air di lahan pertanian sudah dibangun pemerintah, seperti embung, dam parit dan irigasi perpipaan/perpompaan. 

“Sumber air ini dibangun memang untuk mengantisipasi kekeringan,” katanya.

Menurut SYL, pompanisasi dan pipanisasi adalah program yang sangat efektif karena bisa menanam dengan hasil tiga kali lipat. Sistem ini juga sangat efisien menghemat anggaran negara saat di Jakarta, Selasa (13/4/2021).

Dirjen PSP Kementan memprogramkan, dam parit dibangun dengan membendung sungai kecil atau parit alami agar dampak dam parit bisa lebih besar, maka pembangunannya bisa secara bertingkat dari hulu ke hilir dalam satu aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) mikro. 

Model pengembangan dam parit bertingkat di DAS hulu sangat ideal untuk dikombinasikan dengan pengelolaan air dan sedimen di waduk atau embung besar.

Salah satu program Kementan yakni Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas juga tidak terlepas dari kondisi tersebut. 

Melalui petugas Detasering Kementan terus berupaya memantau dan mendampingi petani dalam menghadapi kondisi ini. Beberapa daerah seperti Kecamatan Maliku dan Pandih Batu mengalami kekeringan. Upaya pompanisasi dan Pipanisasi pun dilakukan.

Salah satu sumber utama air di daerah sekitar Food Estate Kalteng, Kabupaten Pulang Pisau ialah Sungai Kahayan. Air dari saluran sekunder disedot untuk mengairi lahan yang kering.

Pompanisasi dan pipanisasi tersebut digunakan untuk menarik air dari sumber-sumber yang ada, baik dari sungai maupun mata air

Selain itu, Kementan menyediakan pembangunan embung atau long storage. Dia menerangkan, program ini untuk kelompok tani guna menampung air di musim hujan (bank air) kemudian dialirkan ke sawah bila dibutuhkan.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar