Kembangkan Kompetensi, BBPP Binuang Fasilitasi Penyuluh Kota Singkawang

Kembangkan Kompetensi, BBPP Binuang Fasilitasi Penyuluh Kota Singkawang

KOMITMEN Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian, terus ditingkatkan. Kali ini BBPP Binuang menggelar Pelatihan Bagi Aparatur Angkatan I (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian).

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai tanggal 20 sampai dengan 22 April 2021 di 3 tempat yaitu Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Singkawang Selatan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan Kota Singkawang, P4S Jujur Akur Sejahtera Bersama (JAS-B), IRT Pengolahan Kripik Keladi (Talas).

Adapun peserta berasal dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang Timur, Singkawang Utara, dan beberapa perwakilan Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Kota Singkawang.

Acara Pembukaan pelatihan dihadiri dan dibuka oleh Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, perwakilan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan Kota Singkawang, Nispuhani S.P selaku Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Widyaiswara BBPP Binuang sekaligus Kordinator Akademik, Febtu Arisandi dan para penyuluh pertanian sebagai sasaran peserta pelatihan aparatur. 

Yulia dalam sambutannya turut menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian tidak pernah berhenti memberikan edukasi dan bimbingan kepada aparatur khususnya penyuluh pertanian sebagai garda terdepan kegiatan pertanian. 

Menurutnya, BBPP Binuang selalu hadir mensupport penyuluh untuk meningkatkan kompetensi SDM Pertanian kita. Pelatihan kali ini memiliki tujuan dan manfaat untuk memotivasi penyuluh pertanian untuk terampil dalam mengolah produk pertanian serta mampu menangkap pasar hingga menentukan segmentasi pasar, sehingga ketika mengedukasi petani akan lebih mudah kedepannya. 

Kemampuan penyuluh dalam mentransfer pengetahuan kepada petani selaku pelaku utama menjadi poin utama. Oleh karena itu pengetahuan akan pengolahan komoditas pertanian terutama praktek langsung sangat dibutuhkan. 

"Komoditas produk segar hasil pertanian yang melimpah dan beragam serta mudah sekali rusak akan memerlukan suatu teknologi akan produk tersebut agar menjadi awet dan menambah nilai dari produk tersebut," jelasnya.
 
 
Sementara, Nispuhani dalam sambutannya menyampaikan harapan agar peserta pelatihan dapat mengikuti dan memanfaatkan sesi pelatihan dengan baik. Pelatihan ini akan membantu penyuluh dalam meningkatkan kompetensinya dalam bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian.

Komoditas yang dimiliki oleh Kota Singkawang sangatlah beragam dan belum optimal pengembangannya. Oleh karena itu, penyuluh pertanian wilayah Kota Singkawang bersyukur mendapat materi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. 

"Kita berterima kasih kepada BBPP Binuang karena telah datang jauh dari Binuang Kalimantan Selatan untuk memfasilitasi pelatihan ini kepada penyuluh pertanian Kota Singkawang," tuturnya. 

Selain itu, baru kali ini penyuluh dari Kota Singkawang yang mengikuti pelatihan seluruhnya, biasanya hanya perwakilan 2 sampai dengan 3 orang.

Sedangkan Kordinator BPP Singkawang Selatan selaku tuan rumah di mana pelatihan dilaksanakan dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan BBPP Binuang mengadakan pelatihan bagi aparatur penyuluh pertanian di Kota Singkawang.

Karena, lanjutnya, para penyuluh sudah lama belum terupdate materinya, terutama di bidang pengolahan hasil sangat dibutuhkan oleh penyuluh-penyuluh di sini, sehingga komoditas yang ada di Kota Singkawang dapat lebih dioptimalkan. 

Koordinator Akademik, Febtu Arisandi menjelaskan, pelatihan ini sangat penting karena teknologi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian perlu diketahui dan disebarluaskan agar para petani atau pelaku utama yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian dapat lebih optimal dalam mengembangkan produknya.

Selain itu ketika komoditas pertanian sedang panen raya atau harganya kurang bersahabat di pasaran, dapat ditanggulangi dengan pengolahan hasil sehingga dapat meningkatkan nilai komoditas tersebut. 

Adapun materi yang diajarkan oleh para narasumber, praktisi, fasilitator dan widyaiswara adalah Merencanakan Strategi Pemasaran, Prosedur Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Memahami Good Manufacturing Practice (GMP) dan Menerapkan Keamanan Pangan, Memilih Bahan Kemasan dan Mempersiapkan Perizinan Usaha, Melakukan Pengolahan Komoditas Pertanian (Jagung Manis dan Talas), Menghitung Analisis Usaha Pengolahan Hasil.  

Pelatihan Bagi Aparatur Angkatan I (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian) terbagi dalam 3 sesi kegiatan, yaitu penyampaian materi, praktek pengolahan hasil dan kunjungan ke industri pengolahan kripik talas. 

Sesi penyampaian materi dilakukan di BPP Singkawang Selatan pada hari pertama. Di hari kedua, kegiatan praktik pengolahan hasil pertanian di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) JAS-B. 

Pada hari ketiga melakukan kunjungan ke Industri Pengolahan Kripik Talas “SAHIRA”. Di akhir pelatihan diharapkan peserta sudah terampil dalam mengolah produk hasil pertanian, memilih kemasan dan membuat label produk sebagai capaian output dari pelatihan ini.[rilis]
Lebih baru Lebih lama