Inovasi BBPP Binuang Wakili Kementan Ajang KIPP 2021

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menorehkan prestasi gemilang. Melalui salah satu Inovasi Pelayanan Publik D-Corp Model (Divisi Berbasis Korporasi). 

BBPP Binuang didaulat untuk mewakili Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang rutin digelar setiap tahun oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

D-Corp Model adalah Model Divisi Berbasis Korporasi yang terintegrasi dengan IA Mart-IA Cafe dan Pasar Tani sebagai central pemasaran produk atau jasa pertanian yang berasaskan integrated farming zero waste dan didukung oleh aplikasi jual beli Sipromia (Sistem Informasi, Promosi dan Pemasaran). 

Tota Totor Naibaho, perwakilan BBPP Binuang menjelaskan, D-Corp Model telah membantu menolong kelompok masyarakat tersebut meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarganya dengan memberdayakan secara khusus kelompok masyarakat seperti petani, pegawai, peserta pelatihan, P4S, petani milenial, dinas/instansi, sekolah/kampus, pedagang, penyuluh pertanian untuk menjual hasil pertaniannya di Pasar Tani dan di aplikasi jual beli Sipromia.

Kehadiran inovasi ini telah menambah jumlah tenaga kerja di luar tanggungan anggaran instansi BBPP Binuang.

Lebih lanjut Tota menerangkan, inovasi ini merupakan jawaban atas permasalahan yang belum terselesaikan. Inovasi ini mengkorporasikan pembeli dan penjual produk pertanian; Menambah penghasilan petani dan kelompok masyarakat dari margin keuntungan penjualan dan pembelian; Mengembangkan jiwa kewirausahaan (entrepreneur) bagi ASN dan kelompok masyarakat melalui program divisi seperti magang dan bimbingan teknis bagi petani; dan Memberdayakan kelompok masyarakat seperti petani, ASN, THL, peserta pelatihan, P4S, petani milenial, dinas/instansi, sekolah/kampus, pedagang lokal, Bumdes, BUMP, penyuluh pertanian untuk menjual hasil pertaniannya di Pasar Tani dan di aplikasi Sipromia sebagai dropshipper.

Keunggulan-keunggulan tersebut berhasil menghantarkan BBPP Binuang mewakili Kementerian Pertanian dalam ajang KIPP kategori inovasi umum bersama dengan 9 inovasi dari Unit Kerja Kementan lainnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berpesan kepada Unit Kerja yang menjadi perwakilan bahwa pada ajang kompetesi pelayanan publik ada 4 kunci sukses yang harus diikuti, yaitu Pertama; inovasi yang saudara gagas harus sesuai dengan tema KIPP 2021 yaitu Percepatan Inovasi Pelayanan Publik untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui Transfer Pengetahuan di Tatanan Normal Baru. 

Kedua; inovasi harus memiliki kebaharuan, efektif, bermanfaat dapat direplikasi, dan berkelanjutan. Ketiga; inovasi yang diajukan harus sesuai dengan kategori. Terakhir; inovasi harus menunjukan perubahan secara jelas dan tepat, responsif terhadap Covid-19, dan tentunya harus berkontribusi terhadap pencapaian target SDGs.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi turut menegaskan bahwa kontribusi inovasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan COVID 19 menjadi poin krusial dalam penilaian KIPP tahun 2021.

"Meskipun kita sekarang masih dalam situasi pandemi, kehidupan masih tetap harus berjalan. Oleh karena itu, inovasi-inovasi yang solutif sangat diperlukan untuk membantu kita tetap berkegiatan di era kenormalan baru ini," tuturnya.

Pencapaian ini direspon baik oleh Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dan seluruh tim karyawan BBPP Binuang yang menyambut gembira atas hasil yang ditorehkan. 

Yulia menyatakan bahwa segenap tim BBPP Binuang sangat bangga dan senantiasa berkomitmen mendukung D-Corp Model sebagai bentuk pelayanan public yang prima. 

Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Inovasi ini tercipta untuk mengembangkan unit bisnis (IA Mart-IA Cafe dan Pasar Tani) melalui 10 divisi dengan konsep bisnis berbasis korporasi. 

Divisi tersebut adalah divisi Promosi Pemasaran; Tanaman Pangan Hortikultura; Peternakan Perikanan; Perkebunan; Agensia Hayati; Pengolahan Hasil; Pengolahan Limbah; Alsintan; Budidaya Jamur Hidroponik dan Pembibitan dan Perbenihan, semua divisi harus bersinergi dan saling terintegrasi. 

Divisi-divisi beroperasi layaknya seperti anak perusahaan dan IA sebagai induk perusahaannya. Produk setiap divisi terkonsentrasi pada central pemasaran unit bisnis.

Adapun ajang KIPP ini akan memasuki tahap penilaian mulai 12 Mei 2021 hingga Juli 2021 untuk memilih Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Terbaik dan Top 5 pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2021.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar