Rangkul Komisi IV DPR RI, BBPP Binuang Siapkan Petani Milenial

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pertanian Terpadu bagi Petani Milenial yang diikuti 60 peserta dari kader petani milenial Kabupaten Pontianak (Mempawah) pada 22 Mei 2021. 

Kegiatan ini sebagai dukungan anggota Komisi IV DPR RI, Maria Lestari SPd dari F-PDI terhadap pelaksanaan Bimtek Pertanian Terpadu bagi Petani Milenial yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip, Kota Pontianak.

"Ini bukti kehadiran beliau langsung dan motivasi dan arahannya sangat memotivasi peserta," ujar Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si.

Pada kesempatan Bimtek ini, Maria berkesempatan memberikan arahan dan motivasinya, agar kaum milenial aktif berkiprah dan kembangkan pertanian milenial.

"Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu memudahkan usaha pertanian secara kompetitif dan akses pasar secara online jika dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta tentu akan membantu mewujudkan percepatan peningkatan pendapatannya," tegas Maria, Anggota Komisi IV DPR RI. 

Peserta Bimtek menerima materi tentang pertanian terpadu dan bagaimana menerapkannya. Sehingga mampu memberikan kontribusi bagi percepatan peningkatan pendapatan peserta Bimtek. 

Apresiasi yang luar biasa dari peserta Bimtek, tampak saat kegiatan berlangsung aktif diskusi dan tanya jawab antara peserta dan fasilitator/narasumber.

"Setidaknya ada 16 pertanyaan dan 4 pernyataan dukungan dan penegasan dari peserta atas jawaban fasilitator," imbuh Budiono, Fasiliator/Narasumber Bimtek Pertanian Terpadu.

Rasa senang dan ingin menerapkan ilmu yang diperoleh dari Bimtek dan mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan oleh BBPP Binuang dan Ibu Maria dari Komisi IV DPR RI. 

"Dengan mengikuti bimbingan teknis, banyak ilmu, informasi dan banyak hal baru yang didengar,” ungkap Kristin, salah satu peserta Bimtek dari Desa Kecamatan, Kabupaten Pontianak (Mempawah).

Widyaiswara BBPP Binuang, Adi Widiyanto menambahkan, usaha tani dapat berkelanjutan dan dapat lebih menguntungkan jika dilakukan dengan menerapkan inovasi pertanian terpadu. 

"Pertanian terpadu dapat mengendalikan dan menghemat pupuk dan pestisida kimia sintetis, tenaga kerja dan mendorong terciptanya stabilitas harga,” pungkas Adi.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar