Siswa SMKPPN Banjarbaru Terjun Magang di DU/DI

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengajak seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.

SYL menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. “Generasi milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan start-up pertanian,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, di tangan milenianlah pembangunan pertanian akan dijalankan. 

Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industry 4.0.

“Kalian semua adalah pendekar. Oleh karena itu, kalian itu harus bersiap-siap menjadi penggerak, motor, pelopor pembangunan pertanian di negara yang kita cintai ini,” katanya.

Ajakan dan arahan dari Menteri Pertanian dan Kepala BPPSDMP ini tentunya dilaksanakan oleh salah satu Unit Pelaksana Teknis Kementan yang bergerak di dunia pendidikan vokasi, salah satunya adalah SMK PP Negeri Banjarbaru.

Salah satu bentuknya adalah berupa kegiatan magang atau disebut juga Praktek Kerja Lapang (PKL) yang bertujuan untuk  meningkatkan daya saing dan kompetensi siswanya untuk dapat bersaing di Dunia Usaha ataupun Dunia Industri (DUDI).

Kegiatan magang ini dilakukan bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2021/2022. Magang ini sendiri juga sempat tertunda akibat kondisi pandemi Covid-19. 

Magang bagi siswa ini mulai dilaksanakan dengan pengantaran sejak Kamis 22 Juli 2021 dan selesai pengantaran pada Kamis 29 Juli 2021.

Pelaksanaan magang tahun 2021 kali ini diikuti oleh 83 siswa. Terdiri dari siswa dari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan 39 orang, Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 24 orang, dan Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian 20 orang.

Hal tersebut dijelaskan Wakasek Humas dan Industri SMK-PP Negeri Banjarbaru, Slamet Riadi.

"Magang merupakan pembekalan siswa untuk mempersiapkan diri untuk betul-betul menguasai keadaan di lapangan sehingga diharapkan siswa dapat melakukan yang sebenarnya di lapangan nanti,” ujarnya.

Menurut Slamet, dengan magang ini siswa diharapkan dapat menimba ilmu di Dunia Usaha dan Dunia Industri, dan nanti dapat bersaing dan ini menjadi bekal mereka untuk menjalankan dunia pertanian baik sebagai Job Seeker ataupun Job Creator.

Untuk lokasi magang berada di wilayah Kalimantan tepatnya di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru, dan Banjarmasin. Tempat magang siswa ini, di antaranya di Kelompok Tani, Industri Olahan Makanan, Perusahaan Kelapa Sawit, P4S dan Dinas Pertanian.

Sesuai info dari panitia, sebelum pelaksanaan magang ini siswa telah mengikuti 1 bulan pembekalan di sekolah, dan akan melaksanakan 4 bulan magang di DU/DI, dan kemudian 1 bulan di sekolah menyelesaikan laporan.

Selain itu, sebelum siswa berangkat magang dilakukan swab antigen dan juga dibekali agar selalu melaksanakan protokol kesehatan selama magang.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar