Upaya PEN, BPPSDMP Latih SDM Pertanian melalui Program READSI

PROGRAM Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) Kementan dipercaya sebagai upaya ampuh dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Ini mengingat, program READSI Kementan mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. 

"Masalah kemiskinan di daerah bisa ditekan melalui program READSI. READSI sangat efektif berkolaborasi bersama program lokal. Efektif menaikkan produktivitas dan beragam produk turunan. Muaranya tentu kesejahteraan dan serapan tenaga kerja potensial," ungkap Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Atas dasar itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang selenggarakan Pelatihan. 

Pelatihan yang diselenggarakan secara daring/online ini diakses melalui Zoom Cloud Meeting, dengan jumlah sebanyak 30 peserta, dan dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2021.

Widyaiswara BBPP Binuang, Toni Nugraha S.ST M.I.Kom mengungkapkan, pelatihan online READSI yang diselenggarakan mengambil tema "Menumbuhkan Usaha Bersama Berbasis Korporasi". 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatannya saat pembukaan pelatihan menyampaikan, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melalui pendekatan bisnis secara Korporasi. 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr Ir Lely Nuryati M.Sc saat membuka pelatihan secara resmi menyampaikan, tujuan dari Pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mampu mengembangkan usaha berbasis korporasi. 

"Pertanian saat ini menjadi tulang punggung dalam perekonomian nasional. Hal ini terbukti, saat ini hanya pertanian yang memiliki pertumbuhan positif dibandingkan sektor lainnya," tuturnya. 

Adapun sektor lain yang bertumbuh positif, lanjutnya, adalah sektor yang terkait dengan informasi karena hal ini terkait dengan pemanfaatan informasi teknologi di era pandemi. 

"Saya berharap, pelatihan ini memberikan dampak yang signifikan bagi pertanian Indonesia," harap Lely. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menerangkan, READSI Kementan memberi impact positif terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani terutama pada zonasi implementasinya. 

"Petani mandiri, maju, dan sejahtera akan tercapai dengan dukungan seluruh elemen pertanian. Sebab, pertanian harus terus berkontribusi besar kepada negara," terangnya.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar