Bukti Food Estate Sukses, Petani Kahayan Kuala Panen Padi

PROGRAM Nasional Food Estate yang dicanangkan Kementerian Pertanian terbukti memberikan hasil positif yang menggembirakan. 

Salah satu kawasan food estate Kalimantan Tengah, yaitu Kecamatan Kahayan Kuala mulai pekan ini akan melaksanakan panen padi dari program food estate. 

Panen direncanakan tidak serentak atau bergilir sesuai dengan kenampakan gabah, ketinggian air di petak lahan dan jadwal regu tenaga panen.

“Sudah tepat program Food Estate di Kahayan Kuala mendapatkan traktor tangan, karena sesuai dengan kondisi tanah dan budaya petani,” jelas Aman Nurrahman Kahfi, pendamping Food Estate di Kahayan Kuala.

Beberapa desa yang sudah memulai panen antara lain Desa Bahaur Tengah dan Desa Sei Pesanan. Luasan panen padi mencapai 10 hektare. Di antara varietas yang dipanen adalah siam karukut dan siam unus. 

Kegiatan panen ini tidak terlepas dari peran dan pengawalan tim Food Estate Kalimantan Tengah, khususnya Kahayan Kuala. Tim yang terdiri atas Arni Setyo (SMKPP N Banjarbaru); Pansyah (Balittra Banjarbaru); Aman Nurrahman Kahfi (BBPP Binuang) dan 2 mahasiswa pertanian ini cukup solid memantau perkembangan pertanaman padi di lahan dan perubahan sikap/budaya petani selama mengikuti program food estate. 

Aman Nurrahman Kahfi berharap program food estate dapat memacu dan memicu semangat petani Kahayan Kuala khususnya untuk meningkatkan produktivitas padi sehingga berdampak pada ketersediaan pasokan padi nasional. 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatan terpisah menyampaikan, BBPP Binuang terus mensupport program food estate melalui kegiatan Pelatihan dengan sub tema dari hulu hingga hilir.

"Dari Rencana Usaha Kelompok Tani hingga Penguatan Kapasitas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani," ungkapnya. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pertanian tidak boleh berhenti. 

"Penyediaan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia menjadi program utama Kementan. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19," tuturnya dalam keterangan di Jakarta.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, virus corona memang meluluh lantakkan aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian yang mempunyai tupoksi menyediakan pangan. 

"Mulai dari sistem produksi hingga distribusi terganggu,”ungkapnya.[rilis]




Posting Komentar

0 Komentar