Kementan Sukses Antar THL TBPP Regional Kalimantan Menuju PPPK

SERTIFIKASI Penyuluh Pertanian merupakan salah satu syarat bagi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) agar mampu diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Menjawab hal itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mengadakan Sertifikasi bagi Penyuluh Pertanian bagi THL- TBPP Angkatan II. 

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Apa yang diupayakan pun berbuah hasil manis. Hal ini terbukti dari kompetennya 40 peserta sertifikasi yang telah mengikuti rangkaian proses uji sertifikasi yang telah dilaksanakan pada 26 hingga 28 Agustus 2021. 

Teguh Wijono, S. S.Pt, Koordinator Assesor Sertifikasi dalam kesempatannya saat penutupan sertifikasi menyampaikan, peserta sertifikasi berjumlah 40 orang, 36 orang hadir di Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan 4 mengikuti rangkaian sertifikasi secara online melalui aplikasi zoom. 

"Peserta terklasifikasi dalam 2 kelompok, yaitu sebanyak 26 orang dengan kategori level fasilitagor dan 14 orang level supervisor," lanjut Teguh. 

Setelah mengikuti sertifikasi, lanjutnya, perlu ada kajian lebih dalam bagi para penyuluh pertanian, seperti mengikuti Karya Tulis Ilmiah (KTI). 

Ketua TUK sekaligus Kepala Bagian Umum BBPP Binuang, Purnadi, SP, MP saat penutupan kegiatan sertifikasi menyampaikan, pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi sertifikasi ini.

"Dan alhamdulillah semua peserta dinyatakan kompeten," imbuhnya. 

"Lulus dalam tahapan sertifikasi membawa energi baru, yang menyatakan bahwa bapak ibu diakui kemampuannya, dan termotivasi untuk bekerja lebih profesional," terang Purnadi.

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatan terpisah mempaparkan, sertifikasi bukan menguji, melainkan kegiatan mengimplementasikan kegiatan penyuluhan sehari-hari dalam bentuk skema yang telah ditentukan. 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan memberikan perhatian besar kepada seluruh SDM Pertanian.  Untuk itu, kegiatan sertifikasi diharapkan dijalani sebaik mungkin agar hasilnya positif. 

"Sebab, sertifikasi juga menjadi bukti kompetensi dan kualitas SDM pertanian untuk menjawab tantangan ke depan," jelas Dedi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, pengembangan SDM harus dilakukan untuk mendukung pengembangan pertanian. 

"Kualitas SDM pertanian selalu ditingkatkan, sebab pertanian saat ini harus terus berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Salah satu parameternya tentu melalui sertifikasi. Untuk itu, momentum terbaik ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," tutur Mentan SYL.[rilis]




Posting Komentar

0 Komentar