Jadi Destinasi Wisata, Keindahan Jembatan Sungai Alalak Harus Terjaga

Tak bisa dipungkiri, Jembatan Sungai Alalak I yang baru dibuka menyedot banyak warga untuk berkunjung dan berswafoto. Kondisi cukup membuat arus lalu lintas tersendat.| foto : anshari

BANJARMASIN - Keberadaan Jembatan Sungai Alalak cukup membuat gembira sekaligus bangga warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Apalagi jembatan dengan desain futuristik ini disebut sebagai ikon baru wisata di Indonesia.

Hanya saja, di pekan awal sejak diperbolehkannya melintas di atas jembatan ini, mobilitas mulai padat dan berefek pada terganggunya arus lalu lintas. Ini karena warga mulai beramai-ramai mengunjungi jembatan ini.

Kondisi ini cukup membuat Angga Parwito SH MH, praktisi hukum di Kota Banjarmasin ikut berkomentar, Rabu (6/10/2021). Menurutnya desain jembatan itu sangat futuristik dan cukup terkesan pada saat melewati jembatan ini. 

"Hal inilah yang mengakibatkan pada saat ini banyak masyarakat menggunakan atau berkunjung ke jembatan Alalak ini untuk sekedar berwisata," tuturnya.

Angga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam melakukan kegiatan ini, karena banyak mendokumentasikan saat mengemudi kendaraan, yang berakibat terganggunya aktivitas berkendara.

"Sebaiknya apabila ingin mendokumentasikan, jangan pada saat menggunakan kendaraan bermotor," pesan Angga.

Menurut Angga, dalam beberapa hari ini ada postingan di media sosial, tentang adanya beberapa tumpukan sampah di jembatan Sungai Alalak, dan ini sangat disayangkannya. 

"Saya berharap dalam menikmati keindahan jembatan jangan mengotorinya. Agar bisa dijaga bersama-sama, sehingga keindahannya tidak pudar," jelasnya.

Kemacetan yang terjadi hingga saat ini dan adanya penumpukan yang terjadi di bundaran kayutangi sampai ke arah lampu merah, juga menjadi perhatian Angga. Karenanya dia berharap beberapa penyekatan yang dilakukan kemarin agar dikaji lagi, karena membuat penumpukan kendaraan di satu titik saja.

"Saya berharap seperti di jalan Cemara Raya ini agar dibuka lagi aksesnya untuk dua arah, karena saya yakin dengan dua arah, akan mengurangi kemacetan," tambah Angga.

Kalau melihat keindahan jembatan dengan melintasinya pada dini hari, diingatkan Angga juga berhati-hati. Karena pada waktu itu kondisi sangat sepi, sehingga para pelaku kejahatan menjadi muncul niat jahatnya untuk melakukan perbuatan tersebut.

Adanya usulan dipasang CCTV (kamera pengawas) di sekitar jembatan tersebut, menurut Angga, kalau bisa dipasang CCTV, memang sangat baik.

“Bahkan saya berharap sebenarnya di sana ada pos keamanan. Karena Jembatan ini telah menjadi destinasi wisata baru di Banjarmasin. Setiap tempat yang menjadi tempat berkurumun, pasti ada saja beberapa oknum yang memanfaatkan situasi dan kondisi ini. Pos Keamanan agar ada di sana,” pungkas Angga.[aan]


Posting Komentar

0 Komentar