Gara-gara Oknum Wartawan Nakal, Opini Liar Beredar di Kalangan Wartawan Barsel

KETUA DPC AWPI Barsel, Ade Soebara Noor.| foto : tomi

BUNTOK - Seperti beredar opini liar di pemberitaan sejumlah media, terkait dugaan adanya oknum wartawan yang melakukan penggalangan dana.

Oknum ini dikabarkan mendatangi ataupun menghubungi, termasuk via pesan WhatsApp kepada sejumlah pejabat secara fiktif. Pelaku diduga mengatasnamakan organisasi PWI dan keluarga korban wartawan senior.

Menanggapi kasus tak nyaman ini, Ketua DPC AWPI Barsel, Ade Soebara Noor, Sabtu (23/1/2022) saat ditemui di Sekretariat AWPI di Jalan Keluruhan, Gang Sarasati Buntok pun melakukan pengecekan dan memantau seluruh pengurus dan anggota DPC AWPI Barito Selatan (Barsel). 

"Kita lakukan itu untuk memastikan apakah anggota dan pengurus DPC AWPI Barsel terlibat, apa tidaknya dalam persoalan dimaksud," jelasnya kepada awak media Grapena.com

Pasalnya, organisasi pers atau organisasi kewartawanan yang menaungi insan pers di Barsel tidak hanya PWI, melainkan ada beberapa organisasi lain yang menaungi insan pers, termasuk DPC AWPI Barsel. 

Menurut Ade, terkait opini yang berkembang tentang kasus dugaan oknum wartawan nakal itu, kiranya publik cukup membaca pemberitaan pada media online yang beredar di sejumlah media sosial. 

"Agar tidak berspekulasi liar atau menduga-duga oknum wartawan tersebut bernaung di bawah organisasi pers mana, termasuk DPC AWPI Barsel," tuturnya.

Ia khawatir opini liar publik yang membaca pemberitaan di media online terkait ulah oknum wartawan yang meminta sumbangan dana secara fiktif tanpa diketahui PWI dan keluarga dimaksud itu, ada keterlibatan dengan anggota dan pengurus atau wartawan yang bernaung di AWPI.

Dari pantauan dan pengecekan yang dilakukan AWPI, diketahui anggota dan pengurus mereka diyakini bersih. Dengan kata lain, tidak melakukan perbuatan hina dan kotor tersebut.

"Alhamdulillah Anggota AWPI Barsel dan insan pers yang tergabung di AWPI Barsel tidak ada melakukan perbuatan tercela itu. Anggota DPC AWPI tidak memiliki sifat otak-otak 'makan surangan' (mansur, red), istilah arti bahasa daerahnya itu yang diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti 'makan sendiri'," papar bapak satu anak ini.

Terlepas dari ulah oknum wartawan Nakal yang meresahkan itu, Ade tetap menyampaikan ucapan prihatin atas musibah yang dialami teman seprofesi itu.[tomi]