Beda dengan Daerah Lain, Musim di Tanbu Sulit Diprediksi

KABID Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanbu, Dwi Kesuma Putra.| foto : joni

BATULICIN - Puncak cuaca ekstrem di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) sempat diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi dalam Februari 2022.

Prediksi ini seperti diungkapkan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanbu, Dwi Kesuma Putra saat ditemui wartawan grapena.com di kantornya, Rabu (23/2/2022).

"Cuaca yang ekstrem yang diprediksi puncaknya di bulan Febuari 2022 oleh BMKG bakal terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, tentunya sudah melewati pertengahan bulan Februari 2022 yang mana tak lama lagi memasuki bulan Maret 2022 sudah mulai menurun," jelasnya.

Dwi menuturkan, terkait cuaca yang ekstrem itu, pada bulan Febuari 2022 ini BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini terjadinya tanah longsor.

"Kita bersyukur itu tidak terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu khususnya. Bulan Maret nanti intensitas hujan sudah menurun yang diperidiksi BMKG," terangnya.

Menurut Dwi, untuk wilayah Tanah Bumbu memang musimnya sulit diprediksi. Ini berbeda dengan wilayah lain. 

"Musim hujan, kita malah musim panas. Kemarin rasanya bulannya saya lupa, di belakang Kantor Farmasi rumputnya sempat nyala api, padahal wilayah lain musim penghujan. Itu namanya ada anomali cuaca," sebutnya.

"Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ini memiliki anomali musim, yang sulit diprediksi," pungkas Dwi.[joni]