BARABAI – Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Gusti Rosyadi Elmi, membuka Musyawarah Daerah (Musda) LPTQ Tahun 2026 dengan peringatan keras terkait masih adanya ribuan pelajar SMP di Bumi Murakata yang buta huruf Al-Qur'an, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Setda HST ini menjadi evaluasi besar bagi pengurus LPTQ untuk tidak hanya fokus pada ajang perlombaan, tetapi juga pada pengentasan buta aksara Al-Qur'an di masyarakat.
Wabup menyoroti data memprihatinkan yang menunjukkan sekitar 1.200 dari 3.600 siswa SMP di HST belum bisa membaca kitab suci, sebuah tantangan besar bagi visi masyarakat yang religius dan bermartabat.
Dalam sambutannya, Gusti Rosyadi Elmi menegaskan bahwa kondisi ini adalah tanggung jawab kolektif yang harus segera dituntaskan.
"Aib kalau sampai SMP tidak bisa baca Qur'an. Aib," tegas Wabup di hadapan para pengurus LPTQ dan camat se-Kabupaten.
Ia juga menyitir kekhawatiran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang umat yang mulai meninggalkan pedoman hidup utamanya.
"Sesungguhnya umatku telah menjadikan Al-Qur'an sebagai sesuatu yang *mahjur* (ditinggalkan)," ujarnya mengutip firman Allah.
Wabup mengingatkan para orang tua dan pendidik agar kembali memprioritaskan pendidikan agama sejak dini sebagai pondasi karakter anak.
"Ajari anakmu untuk mencintai Al-Qur'an," pesannya mengingatkan amanah bagi setiap orang tua Muslim.
Selain masalah kemampuan membaca, ia juga menyoroti integritas dalam penyelenggaraan MTQ yang harus bersih dari praktik kecurangan demi menjaga kesucian Al-Qur'an itu sendiri.
"Praktik penyelewengan seperti suap dan manipulasi nilai harus dihilangkan secara tuntas agar keberkahan dari kitab suci tetap terjaga," ungkapnya dengan nada serius.
Menutup arahannya, Wabup menekankan bahwa segala upaya pengembangan dakwah harus didasari oleh niat yang murni karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Niat menjadi pijakan utama dalam setiap aktivitas, termasuk dalam pengembangan gerakan Al-Qur'an," pungkasnya.[nata]
