PARINGIN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknik (FST) menggelar Turnamen Mobile Legends (ML) sebagai bagian dari program kerja tahunan organisasi kemahasiswaan tersebut. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu 14 Februari hingga Minggu 15 Februari 2026, di Aula Kampus B Universitas Sapta Mandiri.
Turnamen ini diikuti sebanyak 32 tim dengan total 160 peserta. Rinciannya, dua tim berasal dari dosen, lima tim dari mahasiswa Universitas Sapta Mandiri, satu tim dari mahasiswa luar kampus, serta 24 tim dari kategori umum. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Balangan, tetapi juga dari luar daerah seperti Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong.
Disampaikan oleh Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknik, Zelby Rahayu, bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif e-sport di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat berjalan lancar selama dua hari. Antusiasme peserta luar biasa, bahkan ada tim dari luar kabupaten yang ikut ambil bagian. Ini membuktikan bahwa e-sport semakin diminati dan menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Pertandingan digelar secara bertahap mulai dari babak penyisihan, round 2, babak 8 besar, semifinal, hingga partai final yang berlangsung sengit pada Minggu. Sorak dukungan dari para suporter turut memeriahkan suasana aula kampus.
Zelby pun mengungkapkan apresiasi atas kerja keras BEM FST dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami dari pihak fakultas sangat mengapresiasi inisiatif dan dedikasi BEM FST dalam menyelenggarakan turnamen ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran manajemen kegiatan, kepemimpinan, serta kerja sama tim bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa turnamen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.
“Kita melihat peserta tidak hanya dari internal kampus, tetapi juga dari luar daerah seperti HSU dan Tabalong. Ini menunjukkan bahwa Universitas Sapta Mandiri terbuka untuk kolaborasi dan interaksi yang lebih luas. Semoga ke depan kegiatan serupa bisa dikemas lebih besar lagi dan menjadi agenda rutin tahunan,” tambahnya.
Zelby juga menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan.
“Dalam kompetisi tentu ada yang menang dan kalah, namun yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik institusi. Kami berharap para peserta dapat membawa pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” katanya.
Adapun hasil akhir turnamen, Juara 1 diraih oleh tim STIA Amuntai, Juara 2 oleh Bento CS, dan Juara 3 oleh Gaming Star. Sementara penghargaan Most Valuable Player (MVP) diberikan kepada Vinzzz dari tim STIA Amuntai. Para pemenang mendapatkan trofi, sertifikat, serta uang pembinaan.
Dengan suksesnya kegiatan ini, BEM FST berharap turnamen e-sport ke depan dapat terus menjadi ruang positif bagi generasi muda dalam mengembangkan minat, bakat, serta memperluas jejaring antar daerah.[martino]
