Waduh, Warga Buka Paksa Jembatan Paringin

JEMBATAN Paringin sempat dilintasi warga dan kembali ditutup, karena memang belum dibuka secara resmi.| foto : martino

PARINGIN - Akibat kurang pengawasan dari pihak kontraktor, Jembatan Paringin di Jalan A Yani Km 0 Bundaran Paringin dibuka secara paksa oleh warga sekitar dan sudah dilintasi pengendara roda dua.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Balangan, AKP Imam Suryana sangat menyayangkan dibukanya secara paksa Jembatan Paringin oleh masyarakat sekitar, mengingat jembatan itu masih dalam tahap perbaikan.

“Itu yang membuka secara paksa adalah masyarakat. Tadi anggota saya sudah cek ke sana dan ternyata masyarakat sekitar yang membukanya,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon seluler.

Rencananya, AKP Imam akan mencari kontraktor untuk berkoordinasi terkait masalah pengerjaan jembatan, karena masalah pengerjaan jembatan yang mengetahui secara teknis adalah pemborong. Sementara Satlantas hanya sebagai pengamanan.

“Sebenarnya jembatan itu belum boleh untuk dibuka. Tapi kalau masyarakat memaksa, ya kita akan bentrok dengan masyarakat dan harusnya jembatan itu harus dikunci lantaran belum rampung secara keseluruhan. Jadi dari pihak pemborong waktu pengerjaan ada wakarnya. Nah wakarnya yang bertanggung jawab di sana,” lanjutnya.

Satlantas, tambah dia, akan melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor untuk menanyakan kenapa Jembatan Paringin sampai bisa dijebol warga.

Imam kemudian meminta masyarakat untuk tidak bertindak sekehendak hati dengan membuka paksa jembatan agar bisa dilintasi.

“Ya pokoknya untuk bisa bersabarlah,” pinta dia.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saat ini Satlantas Polres Balangan sudah menutup kembali Jembatan Paringin yang sebelumnya dibuka secara paksa oleh masyarakat.

“Jembatan Paringin sudah kita perintahkan agar ditutup kembali dan nanti malam akan kita cek lagi. Nantinya anggota kita yang piket akan kontrol ke sana untuk cek,” katanya.

Sementara itu, kontraktor Cakra yang dihubungi awak media, Rabu (16/2/2022) via telepon mengaku tidak mengetahui pembukaan secara paksa Jembatan Paringin karena tidak ada di tempat.

“Padahal kami sudah mengimbau para pekerja dan wakar agar jembatan selalu diawasi penuh karena masih rawan dan berbahaya untuk dilewati pengendara motor. Di samping baru selesai pengecoran dan masih dalam tahap pengerasan baut-baut jembatan, kami juga belum melakukan pengecekan ulang,” jelasnya.

Agar kejadian ini tidak terulang, kontraktor Cakra akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dishub dan CV Dwi Putra Karya.

"Itu sangat berbahaya, karena kekuatan beton belum sempurna dan takutnya goyang dan baut-baut yang lama takutnya lepas dan jembatan ambrol," pungkasnya.[martino]