Mau Cari Kain Tenun Pagatan, Kunjungi Rumah Kemasan

DUA staf Rumah Kemasan di Tanbu saat menunjukkan produk kain tenun khas Pagatan.| foto : joni

BATULICIN - Kain tenun Pagatan karya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), kini terus dibenahi. Setidaknya kini, kerajinan kain khas dari Kecamatan Kusan Hilir ini sudah bisa ditemui di Rumah Kemasan.

Bahkan bagi yang berminat bisa langsung membeli di Rumah Kemasan yang berada tidak jauh dari kawasan lampu merah Kecamatan Simpang Empat, eks terminal taksi.

Saat ditemui awak grapena.com, Sabtu (24/4/2022), staf Rumah Kemasan Mai dan Desi membeberkan produk-produk yang ada di Rumah Kemasan, termasuk tentang kain tenun Pagatan.

"Di dalam Rumah Kemasan ini ada dua, produk Dekranasda sama memasarkan produk UMKM. Untuk Dekranasda, kita khusus tenun kerajinan Pagatan. Selain kain, baju juga ada khas kerajinan Pagatan lainnya," tutur Desi.
 
Mai menambahkan, untuk pemasaran kain khas tenun kerajinan warga Pagatan ini tergantung kualitas produknya.

Kain tenun Pagatan sendiri memiliki tiga motif, yakni tenun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) rayon berbahan katun ukuran 2 x 1 meter dijual dengan harga Rp200 ribu per lembar. 

Kemudian jenis tenun Chopped Strand Mat (CSM) berbahan semi sutra ukuran 2 x 1 meter dibanderol Rp300 ribu per lembar. Terakhir tenun gedog berbahan full sutra ukuran kurang lebih 65 sentimeter dengan panjang 4 meter. Harga Rp800 ribu per lembar.

Sementara itu terkait kemasan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUMP2) Tanah Bumbu, H Deny Haryanto melalui telepon selulernya mengakui belum adanya kemasan produk UMKM di Rumah Kemasan.

"Memang benar untuk mesin-mesinnya, insya Allah di dalam usulan di tahun 2022. Mudah-mudahan di  tahun 2022 ini tidak ada halangan untuk pengadaan mesin kemasannya," jelasnya.

Deny menyebut jika di Rumah Kemasan itu hanya bersifat UMKM Center, di mana yang dipasarkan hasil produk atau kerajinan binaan DKUMP2 Tanbu.

"Insya Allah bila sudah lengkap mesin kemasannya, nanti produk-produk olahan masyarakat bisa kita desain kemasannya, agar produk UMKM lebih menarik masyarakat untuk membelinya," pungkas Deny.[joni]