Dewan Minta Gencarkan Sosialisasi Siaran Televisi Digital

BANJARMASIN – Komisi I DPRD Kalsel meminta agar semua pihak bisa membantu sosialisasi pengalihan siaran televisi analog ke siaran televisi digital, atau Analog Switch Off (ASO) kepada masyarakat.

“Kita minta semuanya membantu melakukan sosialisasi siaran televisi digital kepada masyarakat,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, H Suripno Sumas, Rabu (15/6/2022) di Banjarmasin.

Hal ini dikarenakan penghentian siaran televisi analog akan dilaksanakan serentak pada 2 November 2022, bahkan tahap pertama pada 30 April 2022 sudah diterapkan di beberapa kabupaten di Kalsel, yakni Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong, serta Kotabaru.

“Namun masyarakat masih belum memahami siaran televisi digital, ataupun beralih ke siaran televisi digital,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Suripno Sumas, kondisi ini jelas memprihatinkan jika tidak disosilisasikan langsung ke masyarakat, agar mereka segera mengalihkan tangkapan antenna rumah ke siaran digital.

“Saat ini memang masih bisa menyaksikan siaran analog dan siaran digital secara bersamaan, namun nanti pada 2 November, siaran analog serentak dihentikan,” tambah Suripno Sumas.

Kondisi ini dikhawatirkan menimbulkan kebingungan masyarakat, karena tidak bisa lagi menyaksikan tayangan di televisi, jika mereka tidak memindahkan tangkapan sinyalnya ke digital.

“Ini yang perlu segera disosialisasikan dan melibatkan semua pihak,” ujar mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel.

Suripno Sumas mengakui, sosialisasi tidak hanya dibebankan kepada Dinas Komunikasi dan Informasi Kalsel, KPID Kalsel maupun lembaga penyiaran yang ada, namun juga pemerintah daerah, wakil rakyat, organisasi sosial dan lembaga kemasyarakatan.

“Jadi mari bahu membahu untuk menginformasikan rencana penghentian siaran televisi analog, agar masyarakat siap beralih ke siaran televisi digital,” tegas Suripno Sumas.

Selain itu, juga mempercepat membagikan perangkat set top box (STB) kepada masyarakat miskin, agar mereka bisa menikmati keunggulan siaran televisi digital.

“Kalau mereka mengetahui siaran televisi digital ini gambarnya bersih dan suaranya jernih, tentu mereka akan segera beralih ke siaran televisi digital,” ujarnya.[ana]