Yani Helmi Siap Sosialisasikan Siaran Televisi Digital

BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi siap melakukan sosialisasi pengalihan siaran televisi analog ke siaran televisi digital, atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO).

“Mau tidak mau, kita harus bantu sosialisasikan siaran televisi digital kepada masyarakat,” kata Yani Helmi yang ditemui usai paripurna dewan, Rabu (15/6/2022) di Banjarmasin.

Menurut Yani Helmi, sosialisasi ini diperlukan agar masyarakat memahami, karena mulai 2 November 2022 mendatang, siaran televisi analog dihentikan, dan hanya bisa menyaksikan tayangan melalui siaran televisi digital.

“Nanti masyarakat bingung, jika tiba-tiba siaran televisi yang ditonton saat ini hilang dari layar kaca, karena sudah beralih ke siaran televisi digital,” tambah politisi Partai Golkar.

Yani Helmi mengakui, pengetahuan masyarakat mengenai pengalihan siaran televisi ini masih sangat minim, mengingat hanya disosialisasikan melalui televisi dan media sosial.

“Masyarakat sih mengetahui siaran televisi digital, namun penerapannya dan bagaimana cara mengalihkannya yang masih belum paham,” ujar Paman Yani, panggilan akrab Yani Helmi.

Bahkan masyarakat tidak jarang mengira, kalau televisi digital itu adalah siaran televisi yang bisa disaksikan melalui tv kabel (televisi berlangganan), parabola ataupun lewat internet.

“Padahal sama dengan siaran televisi analog yang bisa disaksikan melalui antenna UHF, namun kualitas gambar lebih bersih dan suaranya jernih, karena menggunakan teknologi digital yang canggih,” jelas wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Bahkan siaran televisi digital bisa ditonton melalui televisi yang memiliki sistem pemancar DVD-T/T2. Jika tidak memiliki sistem pemancar ini dapat dibantu menggunakan set top box (STB) untuk menangkap siaran digital. 

“Nah ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat, televisi yang dimiliki sudah support digital atau belum. Kalau belum, bisa membeli STB untuk menangkap siaran digital,” jelas Paman Yani.

Sedangkan untuk masyarakat miskin, pemerintah akan memberikan STB gratis kepada keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI. 

“Estimasi bantuan STB gratis untuk masyarakat Kotabaru mencapai 5.081 unit, mengingat daerah ini masuk tahap pertama penerapan ASO sejak 30 April 2022 lalu,” ujarnya.

Paman Yani menegaskan, daerah pemilihannya menjadi target sosialisasi, mengingat Kabupaten Kotabaru berada di Pulau Laut dan kawasan paling ujung Kalsel, yang berjarak 318,7 kilometer dari Kota Banjarmasin.

“Kawasan pesisir ini cukup jauh, sementara warga mengandalkan siaran televisi sebagai sarana hiburan yang murah meriah,” kata Paman Yani.[ana]